16 October 2018

Jelaskan Kasus Novel Kapolri akan Menghadap Jokowi Pekan Ini

KONFRONTASI -  Kapolri Jenderal Tito Karnavian akan menghadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjelaskan perkembangan penyelidikan kasus teror air keras Novel Baswedan. Pertemuan tersebut dilatarbelakangi desakan aktivis kepada Presiden untuk membuat tim gabungan pencari fakta (TGPF).

"Ya (pertemuan) itu mekanisme saja ya. Pak Presiden beberapa waktu lalu karena kedatangan beberapa aktivis, minta supaya polisi segera menyelesaikan kasusnya (Novel). Bahkan ada yang bilang bentuk TGPF," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rikwanto, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (6/11/2017).

Rikwanto mengatakan kemungkinan Tito akan menghadap Jokowi pada pekan ini, "Bisa jadi dalam minggu ini Pak Kapolri akan menghadap Pak Presiden," sambung dia.
 

Rikwanto menyampaikan garis besar permasalahan yang akan dijelaskan Tito kepada Jokowi dalam pertemuan tersebut, yaitu seputar upaya-upaya yang sudah, sedang, dan akan dilakukan Polri dalam mencari dalang di balik penyerangan Novel.

"Nanti Pak Kapolri akan menjelaskan kepada Bapak Presiden apa langkah-langkah yang akan dilakukan oleh Polri, baik yang sudah, yang sedang dan yang akan untuk menyampaikan progres kasus Saudara Novel," jelas Rikwanto.

Rikwanto menerangkan kendala polisi dalam kasus ini adalah memang belum ditemukannya seseorang yang terbukti sebagai pelakunya. Menurut Rikwanto, lebih dari 200 hari misteri pelaku penyerangan adalah hal yang biasa.

"Memang belum ketemu pelakunya. Itu natural saja, proses penyelidikan. Jadi bukan sesuatu yang aneh, heboh. Pelakunya masih blank. Masih gelap," ucap Rikwanto.

Rikwanto menyampaikan rencana penyidik melakukan penyelidikan ulang. Serangkaian kegiatan seperti pemeriksaan saksi dan olah tempat kejadian perkara (TKP) pun akan dilakukan ulang.

"Kita sudah akan merencanakan penyelidikan ke mereka-mereka yang langsung berhubungan, yang tidak terlalu lama dengan kejadian itu, seperti yang mendatangi untuk beli gamis dan saksi-saksi yang melihat di TKP walaupun samar," terang Rikwanto. (KONF/DETIK)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...