27 May 2017

Isu HAM Dilontarkan JK Untungkan Kubu Prabowo

KONFRONTASI-Debat kandidat calon presiden dan calon wakil presiden tadi malam memunculkan isu pelanggaran HAM. Salah satunya dimunculkan oleh calon wakil presiden Jusuf Kalla (JK) saat mengajukan pertanyaan kepada Prabowo Subianto.

Namun, pertanyaan mengenai pelanggaran HAM dari JK dinilai sangat menguntungkan posisi Prabowo.

"Materi pertanyaan soal HAM sangat menguntungkan Prabowo. Sebagai komunikator, selama ini Prabowo tidak punya medium untuk menyampaikan pesan pada khalayak komunikan. Timingnya tepat, saat debat dia ditanya dan dia menjawab," ujar pengamat komunikasi UIN Sunan Kalijaga, Iswandi Syahputra di Jakarta, Selasa (10/6/2014).

Menurutnya, Prabowo diyakini sudah menyiapkan jawaban soal isu pelanggaran HAM yang akan muncul dalam debat tersebut. Sebab, memang sebelum acara tersebut sudah muncul berbagai spekulasi soal akan munculnya pertanyaan soal itu.

"Jawaban tersebut menunjukkan tidak ada kesan memaksakan diri untuk mengklarifikasi. Dan Prabowo berhasil menjelaskannya dengan baik tanpa menyerang balik JK," imbuhnya.

Iswandi mengatakan, JK justru dapat menuai sentimen negatif atas materi pertanyaan HAM tersebut. Karena soal pelanggaran HAM itu sebenarnya sudah selesai, hal ini dibuktikan dengan majunya Prabowo sebagai calon wakil presiden pada 2009 mendampingi Megawati Soekarnoputri.

"Jadi dengan mudah publik dapat menilai, isu HAM diangkat kembali oleh JK sangat tendensius hanya untuk membunuh karakter Prabowo. Bahkan, bisa saja materi HAM ini menegaskan adanya titipan asing. Dan jelas ini bukan sikap seorang negarawan," ujarnya.

Sementara sindiran soal isteri menurut Iswandi jelas itu ditujukan pada Prabowo. Namun hal itu dianggap melanggar etika politik karena sudah masuk dalam hal pribadi calon presiden.

"Walau bersifat menyindir, dalam komunikasi publik sebenarnya kurang etis. Karena menyangkut ruang privasi yang bersifat personal. Disayangkan sindiran ini keluar dari mulut seorang capres dan cawapres," kata dia.

Menurut Iswandi, secara umum sebenarnya posisi dua pasangan dalam debat tersebut masih berimbang. Pasangan Prabowo-Hatta mampu dengan baik mengartikulasikan visi misinya secara konseptual. Pasangan ini punya gaya yang baik menjadi pemimpin negara, karena lebih banyak bicara ke depan.

"Sementara pasangan Jokowi-JK mampu meyakinkan apa yang sudah mereka lakukan sebelumnya, karena itu mereka banyak bicara bukti, akhirnya banyak terjebak bicara masa lalu. Dalam posisi imbang begini, siapa yang melakukan kesalahan dialah yang kalah," tandasnya.(inlh)

Category: 

loading...

Related Terms



News Feed

Loading...

Baja juga