29 March 2017

Istana Jokowi dan Kantor Ahok Kebanjiran. Banjir Dosa apa lagi ?

KONFRONTASI- Pemandangan tak biasa terlihat di dalam kompleks istana Kepresidenan, Senin (9/2/2015) siang ini. Sekitar tujuh orang petugas kebersihan terlihat sibuk mengeluarkan genangan air dari dalam kompleks orang nomor satu negeri itu. Kantor Ahok juga banjir. Jelas banjir dosa bagi Jokowi-Ahok. Dosa apa lagi?

Dari pantauan , gedung-gedung di kompleks Istana yang mengalami banjir yaitu gedung Wisma Negara yang merupakan tempat tinggal Presiden Jokowi bersama Ibu Negara Iriana dan anak-anaknya. Di halaman luar gedung itu terdapat genangan air setinggi 10 cm. 

Di tempat itu pula biasanya terparkir mobil-mobil kepresidenan yang hari ini terpaksa dipindah karena ada genangan air itu. Saat banjir ini terjadi, Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana masih berada di Filipina dalam rangka kunjungan kenegaraan. 

Selain itu, genangan air juga tampak di taman tengah yang ada di antara Istana Merdeka dan gedung Wisma Negara. 

Air terlihat menutupi rumput hijau Istana dan menggenangi bagian dasar patung-patung bersejarah yang ada di kompleks Istana. 

Hingga kini, hujan deras masih terjadi di sekitar Istana. Meski demikian, aktivitas para pegawai tetap berlangsung seperti biasa. 

Misalnya, Kepala Staf Kepresidenan Luhut Binsar Panjaitan yang menempati gedung Bina Graha yang berada di sisi selatan istana tampak masih menerima sejumlah tamu. 

Demikian pula dengan kegiatan Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno yang berjalan normal meski di luar gedung Sekretariat Negara yang bersebelahan dengan kompleks Istana. Ketinggian air mencapai 30 cm.

KANTOR AHOK BANJIR

 Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak Minggu (8/2/2015) membuat banjir merendam beberapa wilayah, tak terkecuali di Balai Kota, kantor Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Banjir merendam Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, sejak pukul 00.00 dini hari tadi. "Kata teman yang nginap di kantor, air semalam masuk jam 12 sekitar 20-25 cm," kata staf humas Pemprov DKI, Dhini Gilang, di Balai Kota, Senin (9/2/2015).   

Kendati banjir merendam Balai Kota, Dhini yang bekerja di Blok F Balai Kota (kantor Humas Protokoler, Crisis Center, ruang pelayanan kesehatan gawat darurat) menjelaskan, berkas-berkas penting tetap aman. Belajar dari pengalaman banjir yang juga merendam Balai Kota dua tahun lalu, berkas-berkas penting disimpan di tempat yang sulit diterjang banjir. 

Menurut Dhini, jika kawasan Medan Merdeka Utara atau Istana Negara terendam banjir, biasanya kawasan Balai Kota juga terkena dampaknya. Akibat banjir ini, wilayah Balai Kota pun terpaksa mematikan listriknya dan menggunakan diesel genset

Kawasan Ring 1 (Jalan Medan Merdeka) kembali terendam banjir akibat hujan deras yang mengguyur sejak Minggu (8/2/2015) malam. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kembali mencurigai ada sabotase atas terendamnya kawasan Ring 1.

"Tadi saya terbangun jam 02.00 pagi karena hujan dan langsung cek CCTV, ternyata CCTV Istiqlal mati. Saya curiga (kalau CCTV mati), pasti Istana terendam. Saya enggak tahu sabotase atau sengaja, tapi saya suudzon (berpikir negatif)," kata Basuki, di Balaikota, Senin (9/2/2015).  

Menurut dia, kawasan Ring 1 tidak mungkin lagi terendam banjir. Sebab, Waduk Pluit dan beberapa saluran air penghubung kawasan itu masih berfungsi dengan baik. 

Selain itu, pintu air Manggarai setiap hari selalu dibuka untuk menghindari adanya luapan air yang menyebabkan kawasan Ring 1 terendam banjir. . (KCM)

Category: 

loading...

Berita Terkait

Baca juga


Loading...