11 December 2018

Ini Pesan Rizal Ramli Untuk OSO: Jangan Sembarangan Dukung Jokowi

KONFRONTASI-Ekonom senior yang juga capres pilihan rakyat, Rizal Ramli (RR) meminta Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang atau OSO agar berpikir ulang memberikan dukungan pada Joko Widodo dalam pilpres mendatang.

"Saya minta Pak OSO jangan sembarangan dukung Pak Jokowi jadi presiden. Sebab, ini 83 persen kredit hanya untuk menambah pengusaha besar. Sisanya yang 17 persen untuk yang kecil dan menengah. Minta Pak Jokowi ubah alokasi kredit jadi 50 persen untuk UMKM," kata RR dalam sambutanya di acara halal bi halal Kadin, Jakarta, Minggu (8/7).

Hasil gambar untuk rizal ramli dan oso, halal bi halal minggu 2018

Pesan RR Untuk OSO: Jangan Sembarangan Dukung Jokowi

Mantan Menko Maritim ini berpesan, agar OSO yang adalah Ketua Dewan Pertimbangan Kadin itu mendukung Jokowi bila mau lebih berpihak kepada pengusaha kecil menengah.

"Kalau Pak OSO mau dukung Jokowi jadi presiden, minta Pak Jokowi pangkas pajak UMKM jadi 0 persen," imbaunya.

RR pun menekankan kepada OSO agar dukungannya kepada Jokowi jangan cuma-cuma alias gratisan tanpa ada timbal balik.

"Klau mau dukung Jokowi jadi presiden jangan gratisan. Minta kontribusi dan keberpihakan presiden kepada rakyat kecil dan UMKM. Tapi kalau mau itu semua terealisasi, caranya gampang, dukung  RR jadi presiden," ujarnya disambut tepuk tangan.

EKONOMI JOKOWI TERPURUK

Mantan Menko Kemaritimian yang juga Ekonom senior eks Menko Perekonomian, Rizal Ramli, mengatakan, pengelolaan ekonomi tidak bisa dibilang prudent jika semua indikator, kecuali primary balance, terdeteksi negatif.

"Lihat semua indikator negatif, except primary balance. Ini yang menyebabkan badan ekonomi Indonesia lemah," katanya.

Rizal merujuk pada data indikator ekonomi Indonesia pada kuartal I 2018 yang diungkap lewat akun twitternya. Di sana tertulis neraca perdagangan migas-2,4; neraca perdagangan jasa -1,4; transaksi berjalan (current account) -5,5; keseimbangan premier 1,7; neraca pendapatan primer -7,9 dan neraca pembayaran -3,9. Data ini bersumber dari Badan Pusat Statistik, Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan 2018.

"Ini belum memperhitungkan harga minyak mentah US$ 85-100/barel. Bakal menambah defisit US$ 6-8 Miliar. Begitu kok ngaku kelola ekonomi dengan hati-hati?" sindir eks anggota Panel Ahli Perserikatan Bangsa Bangsa ini. 

Data dari Kemenkeu mengungkap utang pemerintah per Maret 2018 sudah mencapai Rp 4.136,49 triliun. 

Menkeu, Sri Mulyani, sempat menyatakan bahwa pemerintah mengelola utang dengan prudent. 

Klaim itulah salah satu hal yang memicu Rizal Ramli menerima tantangan Presiden Jokowi dan mengajak Sri Mulyani untuk debat terbuka soal utang pemerintah. 

Namun, Sri Mulyani tidak mau menerima tantangan debat ilmiah tersebut. Sementara Kementerian Keuangan menerangkan bahwa pemerintah menerapkan strategi untuk mengantisipasi dampak meningkatnya Fed Fund Rate serta ketidakpastian global secara keseluruhan.

Kemenkeu yakin rasio utang akan menurun setelah semester I tahun ini seiring meningkatnya produk domestik bruto (PDB).(mr/rmol)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...