25 August 2019

Indonesia Bangkrut: Simaklah Rencana 'Gila' Jokowi-JK Menjual' Bandara Soekarno-Hatta ke Pihak Asing

KONFRONTASI -  Bandara Soekarno-Hatta adalah salah satu bandara paling menguntungkan, namun mau dijual Jokowi-JK ke pihak asing akibat rezim salah urus lalu kesulitan duit. Dulu di era Presiden Megawati 2002,  pun Mega juga mau  jual bandara Soekarno-Hatta, namun keluarga Hatta bilang jual saja bagian Soekarno, tapi bagian Hatta jangan dijual. ''Itulah  nasionalisme keluarga Hatta, sekaligus kritik mendasar dari keluarga Bung Hatta dan akhirnya Megawati tak jadi jual bandara ini,'' kata seorang mantan demonstran ITB..

Celaka dan tercela  bahwa rezim Jokowi-JK mau jual bandara Soekarno Hatta ke asing, suatu gejala bangkrutnya ekonomi Indonesia era Jokowi-JK. Rakyat menyebut itu langkah gila. '' Langkah rezim  Jokowi Jk  ini sudah 'gila' , sudah makin gak karuan, masak mau jual bandara Soekarno-Hatta,'' kata Muslim Arbi, mantan aktivis HMI - ITB. ''Harus diperingatkan dan dilawan kalau rezim Jokowi-JK  ini nekad jual bandara dan jual asset  bangsa lainnya,'' katanya.

Ketua Tim Pelaksana Koordinasi Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) Kemenko Perekonomian Wahyu Utomo mengatakan pemerintah akan menggunakan skema Limited Concession Scheme (LCS), dengan membuka peluang bagi swasta untuk sama-sama menggarap proyek infrastruktur.

Menurutnya, Bandara Internasional Soekarno-Hatta bisa menjadi pilot project yang ideal untuk penerapan LCS pertama di Indonesia. Untuk itu, pihaknya telah berbicara dengan Kementerian Perhubungan untuk mengkaji skema ini.

"Kalau dibanding negara lain, pendapatan per kapita masih rendah. Ini ada ruang untuk diimprove, karena ini yang besar. Kalau dikerjasamakan dengan swasta pasti uangnya besar. Hanya Kemenhub minta kaji dulu yang lain, ini kita kaji dan sampaikan ke Menhub. Ini kan hal baru, kita sangat percaya diri," kata Wahyu di Jakarta, Kamis (17/11).

Menurut Airport Council International (ACI), Bandara Soekarno-Hatta merupakan salah satu bandara tersibuk di dunia. Sehingga, diperlukan modal investasi yang signifikan untuk mengembangkan runway 3 dan renovasi terminal 1 dan 2.

"Bandara Soekarno-Hatta masih tertinggal di antara pesaing regional dalam hal pendapatan per penumpang terlepas dari jumlah penumpang yang hampir sama. Salah satunya tertinggal dalam margin operasional," imbuhnya.

Dia meyakini, dengan diterapkannya skema ini akan ada banyak operator tingkat dunia yang mampu mengembangkan rute baru dan meningkatkan pelayanan sesuai dengan standar bandara yang berada pada urutan atas.(KON/MERDEKA)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...