27 January 2020

Hubungan Dekat Rizal Ramli Dengan Gus Dur, Nahdliyin, Muhammadiyah dan Pondok Gontor

PONDOK GONTOR- Lama sebelum Rzal Ramli ditunjuk menjadi Kepala Bulog kemudian menjadi Menko Perekonomian dan Menteri Keuangan oleh Gus Dur hubungan mereka telah dekat . Ini disebabkan karena Rizal Ramli adalah mantan aktivis mahasiswa ITB pada Gerakan Mahasiswa 1977/1978 dan kemudian setelah lulus PhD dari Boston University Amerika Serikat dan pulang ke tanah air tetap beraktivitas politik dan bergaul erat dengan para aktivis politik. Di lain pihak Gus Dur yang selain menjadi Ketua Umum PBNU selama 10 tahun juga sangat aktif menulis artikel-artikel politik , memberikan ceramah-ceramah soal sosial politik di kalangan para aktivis .

catatan Arief Gunawan, wartawan senior

Hasil gambar untuk rizal ramli dan  santri Tebu Ireng

Rizal Ramli yang sering hadir di pertemuan-pertemuan tersebut menjadi kenal dekat dengan Gus Dur karena juga mempunyai banyak sisi-sisi pemikiran yang sama . Karena itu tidak aneh bila di kemudian hari Gus Dur mengangkat Rizal Ramli sebagai Kepala Bulog , Menko Perekonomian dan Menteri Keuangan . Namun sebetulnya cerita dibalik itu adalah Rizal Ramli sempat  dua kali menolak tawaran Gus Dur untuk menjadi Dubes di Amerika Serikat dan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan.  Jadi menjadi Kepala Bulog itu Rizal Ramli menerima tawaran yang ketiga dari Gus Dur, itupun dengan syarat , bahwa hanya mau menjabat Kabulog selama maksimal 1 tahun .

Hasil gambar untuk rizal ramli dan  santri Tebu Ireng

 

Hubungan yang dekat dengan Gus Dur itu mau tidak mau di kemudian hari membawa Rizal Ramli juga berhubungan dekat dekat dengan kaum Nahdliyin atau yang lebih dikenal dengan NU Kultural . Rizal Ramli berkunjung ke beberapa pesantren , seperti Tebu Ireng di Jombang , Al Hikam yang didirikan oleh almarhum KH Hasyim Muzadi di Depok , Pesantren Al Kharimiyah yang dipimpin oleh KH A Damanhuri di Sawangan Depok , pesantren Mambaul Hikmah yang dipimpin oleh KH Sulton di Tegal. Selain itu Rizal juga mempunyai hubungan dekat dengan alm KH Hasyim Muzadi , juga pernah berkunjung ke rumah kakak sulung KH Hasyim Muzadi sekaligus sesepuh NU KH Abdul Muchit Muzadi di Jember . Rizal Ramli juga dekat dengan Gus Solahudin Wahid adik Gus Dur bahkan pernah mekakukan kegiatan bersama dalam Konvensi Rakyat  Untuk Presiden , yang mengadakan kegiatan di 6 kota besar , yaitu , Jakarta , Surabaya , Medan , Makasar , Bandung dan Balikpapan .

Hasil gambar untuk rizal ramli mengajar santri putri pondok gontor

 

Bahkan dalam  kedekatannya dengan pondok pesantren Tebu Ireng itu , Rizal Ramli pernah diundang dan menghadiri suatu pertemuan ratusan alumni pesantren tersebut di kawasan puncak dan dalam pertemuan itu  Rizal Ramli diberi gelar Gus Romli .

 

Hasil gambar untuk rizal ramli dan  habib al habsy

Dekat dengan Muhammadiyah dan Pondok Gontor

Selain itu Rizal Ramli juga mempunyai hubungan cukup dekat dengan Pengurus Pusat Muhammadiyah . Selain beberapa kali menghadiri pertemuan-pertemuan  yang diselenggarakan oleh PP Muhammadiyah , Rizal Ramli bahkan pernah menjadi saksi ahli dalam gugatan yang dilakukan oleh PP Muhammadiyah terhadap UU No 22 tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi yang dinilai pro pasar bebas dan asing . Gugatan itu diajukan ke  Mahkamah Konstitusi dan berhasil menang .

Rizal Ramli juga mempunyai hubungan dekat dengan Pondok Modern Darussalam Gontor ( PMDG ) yang banyak mempunyai alumni  yang menjadi tokoh-tokoh Islam , misalnya Din Syamsudin yang pernah menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah dan almarhum KH Has8yim Muzadi yang pernah menjadi Ketua Umum PBNU serta Ustadz Bachtiar Nasir yang menjadi penanggung jawab Aksi Damai satu juta Umat Islam pada tanggal 4 November 2016 ( 411 ) di Monas dan sekitarnya . Pada tahun 1976 bersama temannya Rizal Ramli pernah nyantri selama seminggu di Gontor dan pada 13 - 15 Oktober 2017 berkunjung kembali ke beberapa kampus pesantren Gontor , yaitu di Ngawi ,  Ponorogo dan Kediri serta kampus Universitas Darussalam Gontor . 

Hasil gambar untuk rizal ramli dan  santri gontor

Pada tanggal 15 Oktober 2017 tepat jam 8 pagi Rizal Ramli berkunjung ke pondok Gontor dan disambut langsung oleh Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor KH Hasan Abdullah Sahal , KH Syamsul Hadi Abdan , Rektor Unida Gontor Prof. DR. KH Amal Fatullah Zarkasyi , MA dan beberapa anggota Badan Wakaf PMDG . Dalam acara itu dengan disaksikan oleh ribuan santri Rizal Ramli diangkat menjadi Anggota Keluarga Besar Pondok Modern Gontor .

Hasil gambar untuk rizal ramli dan  habib al habsy

DR Rizal Ramli adalah seorang ekonom senior yang mempunyai banyak prestasi yang terbukti . Pernah menyelamatkan PLN dari kebangkrutan yang secara teknis sudah tidak dapat meminjam uang ke bank karena modalnya sudah negatif menjadi mempunyai modal lebih dari 100 Trilyun tanpa menyuntikkan dana seperpun tetapi dengan revaluasi aset . Juga mengurangi hutang PLN di tahun 2001 besar-besaran dari $ 85 Milyar menjadi hanya $ 35 Milyar, hanya dengan kepiawaian bernegosiasi saja . Juga di masa pemerintahan Gus Dur itu bersama - sama dengan Kwik Kian Gie mendongkrak pertumbuhan ekonomi dari minus 3% menjadi plus 4,5% dan pada saat yang bersamaan mengurangi utang pemerintah sebesar $ 4 Milyar . Satu-satunya pemerintahan yang bisa mengurangi hutang sepanjang sejarah RI . Menyelamatkan bank BII dari rush yang bisa mengarah kepada kebangkrutan tanpa menyuntikkan modal sepeserpun

Hasil gambar untuk rizal ramli dan  santri gontor

 

Setahun Rizal Ramli di Kabinet Jokowi

Di dalam pemerintahan Jokowi  di saat menjabat Menko Maritim juga mengusulkan dan melaksanakan penentuan 10 tujuan wisata prioritas di antaranya Danau Toba , Borobudur  dll , untuk itu membebaskan visa 169 negara sehingga akibatnya terjadi lonjakan wisman dari Januari - September 2017 sebesar 25% . Selain itu juga terjadi kenaikan investasi di bidang pariwisata sebesar 35% . Di samping itu juga banyak kepretan-kepretan yang menyelamatkan kekayaan negara puluhan trilyun seperti Freeport , Blok Gas Masela dsb.

Hasil gambar untuk rizal ramli mengajar santri putri pondok gontor

Hubungan yang harmonis antara Presiden Jokowi  dengan umat Islam dan tokoh-tokoh Islam yang memburuk sejak Pilkada DKI dan banyaknya masalah di sektor ekonomi seperti pertumbuhan yang rendah yang  hanya 5% padahal Filipina dan Vietnam bisa 6,5% , utang yang melonjak tinggi , harga sembako yang stabil tinggi , sehingga menyengsarakan rakyat ini adalah dua masalah utama yang dihadapi oleh Presiden Jokowi dan dapat dikatakan tidak akan bisa diatasi bila tidak ada langkah terobosan , yaitu menggandeng tokoh nasional yang mampu untuk mengatasi hal itu .

Disharmoni Presiden Jokowi dengan tokoh-tokoh dan umat Islam itu selain tidak produktif juga bagaikan api di dalam sekam. Bisa sewaktu-waktu menimbulkan gesekan sosial dan menyebabkan terjadinya luka-luka  sosial . Apalagi bila kondisi perekonomian di masyarakat menengah bawah tidak kunjung membaik , harga-harga kebutuhan pokok tetap mahal dan terjadi permainan impor beras yang merugikan petani , pelarangan cantrang yang mengakibatkan ribuan nelayan tidak bisa melaut dan kehilangan pendapatan, dsb. 

DR Rizal Ramli adalah tokoh nasional yang sangat mampu untuk mengatasi masalah-masalah ekonomi , menyejahterakan rakyat serta mempunyai hubungan yang dekat dengan tokoh-tokoh Islam dan umat Islam . Oleh karena itu apabila pada Pilpres 2019 Presiden Jokowi berpasangan dengan DR Rizal Ramli sebagai Capres - Cawapres , akan saling memperkuat , saling mengisi dan merupakan putra-putra  terbaik bangsa saat ini .

Dalam bidang ekonomi akan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan bahkan secara bertahap bisa mencapai 10% dalam satu tahun . Karena semua negara maju di Asia yang mengejar kemajuan barat  pernah mengalami masa pertumbuhan ekonomi yang tinggi bahkan lebih dari 10% . Singapura ,Malaysia , Taiwan , Korea Selatan, Jepang dan China semua pernah mengalami pertumbuhan tinggi karena itu mereka menjadi negara maju .  China mengalami pertumbuhan 10% selama puluhan tahun dan pernah 14%  dan sebenter lagi akan menjadi negara dengan perekonomian terbesar didunia. Karena itu 2019 haruslah menjadi tiik awal pembangunan ekonomi modern Indonesia yang meninggalkan perekonomian tradisional yang berbasis bahan mentah seperti CPO , Batubara dsb yang bernilai tambah rendah seperti sekarang ini . Apabila hal ini terjadi , maka Presiden Jokowi akan tercatat dalam sejarah sebagai peletak dasar ekonomi modern Indonesia.

Hasil gambar untuk rizal ramli dan  santri gontor

Namun apabila sebaliknya yang terjadi , Presiden Jokowi tetap mempertahankan tim ekonomi yang sekarang yang hanya mampu membuat pertumbuhan ekonomi 5% sedangkan Filipina dan Vietnam sudah ber tahun-tahun  tumbuh 6,5% , apabila ini konsisten terus menerus terjadi seperti itu maka dalam 20 tahun ke depan kemakmuran kita akan tertinggal oleh Filipina dan Vietnam dan kita hanya bisa mengirim TKI ke negara mereka. Karena itu untuk 2019 Jokowi harus memilih Cawapres yang mampu membangun perekonomian Indonesia yang maju ,modern dan menyejahterakan rakyat serta mampu merangkul tokoh-tokoh dan umat Islam yang merupakan bagian terbesar bangsa Indonesia .

 

 

 

 

 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...