31 March 2020

Hanya Rizal Ramli yang Bisa Kalahkan Ahok. Gerindra, Demokrat, PAN dan Parpol Lain Disarankan Usung RR

KONFRONTASI- Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok, Petahana Gubernur DKI, hanya bisa dikalahkan oleh Rizal Rali. AHok diusung Golkar, PDIP,Hanura, maka Demokrat,PAN, PPP, Gerindra,PKB dan parpol lain sebaiknya usung Rizal Ramli untuk menghadapi Ahok. Sesumbar Ahok harus dipatahkan oleh parpol-parpol yang menjadi lawan Ahok. Menghadapi Pilgub DKI, ada dua tekanan yang menghimpit Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yakni mencalonkan Ahok atau bukan Ahok (Basuki Tjahaja Purnama). Dua tekanan politik itu akan diselesaikan dalam waktu dekat: Siapa cagub pilihan Banteng? Pimpinan Kandang Banteng yang bisa menjawabnya. Sejauh ini PDIP memberi sinyal samar penuh teka-teki tentang siapa calon gubernur dan wakil gubernur sendiri di Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2017. Kalau PDIP mencalonkan Ahok, hal itu sudah diduga dan ditebak oleh masyarakat ibukota. Jadi, tidak mengejutkan karena partai Banteng itu sudah mengungkapkan, Ahok-Djarot menjadi prioritas untuk dimatangkan dalam Rapat DPP PDIP. Oleh sebab itu, justru kejutan meledak kalau PDIP tidak mencalonkan Ahok. Mengapa? Karena peta politik Jakarta bakal berubah dan dinamis. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mau memutuskan pasangan calon (paslon) yang diusung untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta pada pekan depan. Rapat DPP PDIP yang dipimpin Ketua Umum (ketum) PDIP, Megawati Soekarnoputri, rencananya digelar akhir pekan ini. Ahok mengklaim bahwa Megawati merestuinya maju ke Pilgub DKI. Namun kalau Banteng ternyata tidak mengusung Ahok, maka pelbagai kemungkinan bakal terjadi. Bisa saja PDIP mengajukan nama lain, apakah Risma, Rizal Ramli, Djarot atau kandidat lainnya. Dengan kata lain, beberapa kemungkinan bisa terjadi. Pertama, Ahok menghadapi lawan berat dari PDIP dan parpol lain yang berseberangan dengan kubu Ahok. Tanpa PDIP, Ahok kehilangan legitimasi wong cilik, kaum marhen, untuk memenangi Pilgub DKI. Kedua, hanya dengan Golkar, Hanura, dan NasDem, maka Ahok tidak percaya diri untuk menang sebab basis social politik ketiga parpol itu di Jakarta tidaklah kuat. Tanpa dukungan PDIP, basis social itu tergerus deras dan Ahok bakal kesulitan menembus batas-batas. Ketiga, kelas menengah dan kelas bawah hampir pasti mengalihkan suara ke lawan Ahok jika PDIP tak mencalonkan dirinya. Keempat, parpol-parpol yang saling bersaing sekalipun dalam Koalisi Kekeluargaan, bakal diuntungkan dan kian bersemangat mengalahkan petahana (Ahok) karena peluang Ahok untuk menang semakin berkurang, dan Ahok mendekati anti-klimaks tanpa dukungan PDIP. PDIP yang berideologi nasionalis kerakyatan harus memberi teladan demokrasi yang baik di pilkada Jakarta yaitu memastikan bahwa sosok yang diusung harus mempunya visi dan misi untuk membangun rakyat Jakarta lebih baik lima tahun ke depan. Baik dari sisi pembangunan warga dan kota maupun dari sisi moral-etis dan kesejahteraan masyarakat Jakarta. Agar Jakarta tidak panen eskapisme, apatisme, radikalisme dan terorisme di masa depan. Dengan demikian Pilkada DKI tak hanya sekedar berebut kuasa, namun harus bermakna dan berkontribusi nyata bagi seluruh warga . Hanya dengan mengusung Rizal Ramli sebagai cagub DKI, maka reputasi PDIP Megawati Soekarnoputri yang menggelorakan Nasionalisme Soekarno, bakal dipercaya rakyat (public). Trisakti Soekarno semestinya dipraktikkan di Jakarta dan Rizal Ramli yang sudah sangat popular dan kredibel adalah tokoh nasional paling tepat untuk mengusung gagasan dan pemikiran Bung Karno agar dari Jakarta menyebar meng-Indonesia. Demikian pandangan pengamat politik M Qodari dari Indobarometer, tokoh GMNI Indonesia Timur Nehemia Lawalata, dosen Universitas Paramadina Herdi Sahrasad dan aktivis senior PA-GMNI Frans Aba PhD. Mereka berbicara secara terpisah di berbagai media elektronik dan online, Kamis ini (15 Sept 2016). ‘’Popularitas Bang Rizal dan kepretannya sebagai Rajawali sudah sangat kuat, tinggal menanti parpol mengajukan namanya ke pilgub DKI,’’ kata Qodari. Menurut Herdi, Frans Aba dan Nehemia Partai Banteng Megawati tentu jauh lebih bermartabat, pantas, terhormat dan disayang rakyat kalau mengajukan Rizal Ramli melawan Ahok, agar semangat Nasionalisme Soekarno tetap terjaga dan bermakna nyata. RR adalah tokoh yang sangat mencintai rakyat kecil, tegas melawan ketidakadilan dan mengayomi semua golongan. Herdi dan Frans menegaskan, Rizal juga amat mencintai rakyat kita yang plural dan saling menghormati. Politik Rizal adalah politik pengabdian dan pengayoman bagi rakyat, bukan polirik kekuasaan. PDIP kita khawatirkan akan dilaknat rakyat dan dicampakkan rakyat kalau mengajukan Ahok. Sementara Sekretaris Jenderal Humanika (Himpunan Mayarakat untuk Kemanusian dan Keadilan) Sya’Roni mengatakan bahwa PDIP selaku partai terbesar yang dapat mengusung calonya sendiri, dan lebih kredibel kalau yang diajukan itu Rizal Ramli.. “Rizal Ramli adalah simbol kepedulian terhadap rakyat kecil. Dengan slogan membangun Jakarta tanpa air mata, Rizal Ramli aktif mendatangi kantong-kantong rakyat, terutama wilayah-wilayah yang menjadi korban penggusuran Ahok,” tuturnya.‎ “Dan Rakyat Jakarta juga sudah banyak yang mengetahui sepak terjang Rizal Ramli dalam memperjuangkan kepentingan rakyat kecil. Penghentian proyek reklamasi Pulau G adalah buktinya. Meskipun harus kehilangan jabatan, Rizal Ramli tetap berkomitmen membela kepentingan para nelayan dan kepentingan negara yang terganggu oleh proyek reklamasi Pulau G,” tandasnya.‎ Dan, calon alternatif tersebut mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli. Selain memiliki popularitas yang sangat tinggi, Rizal Ramli memiliki garis perjuangan yang senafas dengan PDIP. “Dua keunggulan itulah yang bisa dijadikan modal untuk menggenjot elektabilitasnya hingga bisa mengalahkan Ahok,” ujar dia.‎
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...