27 February 2017

Habib Rizieq Beberkan Indikasi Kebangkitan PKI di DPR

KONFRONTASI - Saat audiensi dengan pimpinan DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (11/1/2017), Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab berbicara soal ceramah ‘palu arit’. Rizieq menyampaikan soal 30 indikasi kebangkitan PKI pada simposium yang disampaikan beberapa waktu lalu.

“Terus terang kami dalam beberapa tahun merasa gelisah dan galau dengan ditemukan indikasi paham komunisme. Saya pernah menyampaikan tentang PKI, tidak kurang dari 30 indikasi kebangkitan PKI pada simposium pada waktu yang lalu,” jelas Habib Rizieq

Hal itu disampaikan Habib Rizieq di depan pimpinan DPR seperti Fahri Hamzah dan Fadli Zon, dan ditemani anggota Komisi III M Syafi’i. Menurutnya, hal-hal yang berbau PKI dengan tegas dilarang dalam Tap MPR.

“Indikasi tersebut bukan karena umat Islam yang paranoid, tetapi PKI dengan tegas dilarang oleh tap MPR. Ajaran komunisme tidak boleh dikembangkan, dan sudah disebut di KUHP,” lanjut Habib Rizieq.

Dalam kesempatan ini, Rizieq Syihab juga angkat bicara soal gambar palu arit pada uang rupiah. Oleh sebab itu, dalam waktu dekat Rizieq akan membentuk tim advokat untuk melaporkan ke Bareskrim Polri.

“Dalam 1 sampai 2 hari ini kami bentuk tim advokat dan melapor ke Bareskrim. Kami akan laporkan Gubernur BI dan Menkeu sekaligus Peruri akan kita lapor, termasuk desainer,” kata Rizieq yang dilaporkan ke polisi karena ceramah mengenai ‘Palu Arit’ ini.

Rizieq menjelaskan bahwa polisi juga paham soal pasal mengenai gambar palu arit. Rizieq menyambut baik jika polisi menjembatani kasus itu.

“Indonesia itu negara hukum, bukan negara polisi. Saya pikir polisi juga paham pasal soal palu arit. Tapi tiba-tiba, Polda Metro mencari cara. Ini negara hukum, polisi harus tunduk hukum. Saya sambut baik kalau polisi menjembatani,” ujar Rizieq.

Selain itu, Rizieq menuntut Bank Indonesia (BI) untuk meminta maaf secara resmi. Tapi, Rizieq mengungkap ada pihak tertentu yang ingin mengganggu stabilitas keamanan.

“BI juga harus meminta maaf secara nasional walaupun khilaf sehingga berkomitmen untuk tidak mencetak lagi. Tapi ini didorong Polda Metro untuk menciptakan negara polisi, ini mengganggu stabilitas keamanan kita,” lanjut Rizieq.

Oleh sebab itu, Rizieq meminta pendapat dari pimpinan DPR. Rizieq juga menjelaskan sejak aksi 212, dirinya menjadi sasaran bidik.

“Maka dari itu kami laporkan DPR RI. Bagi kami, umat Islam, persoalan PKI ini serius bukan main-main. Kami minta, para wakil rakyat bisa menjalankan fungsi kontrol dalam menjalankan ini,” jelas Rizieq.

“BI, Menkeu, Peruri, harus memberikan klarifikasi. Karena itu, maaf Pak Fadli (Fadli Zon) dan lainnya, situasi sekarang, semenjak peristiwa 212 saya dijadikan sasaran bidik,” ungkap Rizieq.[era/dtk/ian]

Category: 

Berita Terkait

Baca juga


Loading...