25 January 2017

Gerindra Tolak Rencana Jokowi Naikan Harga BBM

KONFRONTASI - Wakil Sekjen DPP Partai Gerindra, Aryo Djojohadikusumo menegaskan Gerindra menentang pencabutan subsidi terhadap bahan bakar minyak (BBM) yang berdampak pada kenaikan harga BBM itu sendiri dan bahan-bahan pokok kebutuhan rakyat.

Menurutnya, penolakan Gerindra itu berdasarkan situasi yang terjadi di tengah-tengah masyarakat "Rakyat belum disiapkan untuk menghadapi realita harga BBM tinggi. Fraksi Gerindra ingin pemerintah memberikan solusi lebih dulu kepada rakyat, setelah itu baru naikkan harga BBM," ujar Aryo saat ditemui di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Selasa, 11/11).

Dengan kenaikan harga BBM bersubsidi sebesar Rp 3.000, berarti bensin premium mengalami kenaikan sebesar 46 persen dan solar mengalami kenaikan lebih dari 50 persen.

Persentase kenaikan harga BBM yang begitu besar akan dengan cepat berpengaruh pada laju inflasi. Barang-barang kebutuhan pokok rakyat akan mengalami lonjakan drastis. Sementara itu, pemerintah belum memberikan solusi apapun bagi rakyat agar kemiskinan tidak bertambah parah.

"Jadi sekali lagi, kami menolak keras kenaikan BBM dengan kondisi seperti itu," tegas anggota DPR RI ini.[ian/rm]

Category: 

 


loading...
loading...

BACA JUGA:      

Loading...