30 May 2017

Gerindra Minta Semua Parpol Bisa Ajukan Capres, dan Ambang Batas Parlemen Nol Persen

KONFRONTASI- Partai Gerindra memasukkan angka presidential threshold atau ambang batas pencalonan presiden sebesar 0 persen dalam Daftar Inventarisasi Masalah (DIM).

 

Dengan begitu, Gerindra menghendaki semua partai politik, termasuk partai politik baru, bisa ikut mengusung calon presiden.

"Tidak boleh kita tidak memberikan kesempatan terhadap partai baru. Kalau Gerindra, partai baru kami beri kesempatan seluas-luasnya," ujar Wakil Ketua Panitia Khusus RUU Pemilu Ahmad Riza Patria di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/1/2017).

"Kita kan bangsa demokratis. Gerindra memberi kesempatan. Oleh sebab itu Gerindra ingin parliamentary threshold diperkecil, presidential threshold diperkecil bahkan 0 persen," kata dia.

(Baca juga: Pembahasan RUU Pemilu Diharapkan Fokus pada Pasal Teknis)

Riza menambahkan, Gerindra memiliki komitmen untuk membangun pilar demokrasi.

Salah satunya adalah menyiapkan kader-kader terbaik partai tak hanya untuk duduk di legislatif tapi juga di eksekutif, termasuk menyiapkan calon presiden dan wakil presiden.

"Semua partai kita dorong dan beri kesempatan. Sebetulnya kalau bagi partai besar kan inginnya tidak memberi kesempatan partai kecil, tapi Gerindra bersikap berbeda," tuturnya.

Presidential threshold menjadi salah satu poin yang akan dibahas oleh Pansus RUU Pemilu.

Jika presidential threshold 0 persen, maka partai politik mana pun berhak mengajukan calon presiden.

Adapun dari draf UU Pemilu yang disusun pemerintah, angka presidential threshold yang diajukan 20 hingga 25 persen.

Wakil Ketua Komisi II DPR Fraksi Gerindra, Ahmad Riza Patria, mengatakan bahwa Gerindra ingin agar parliamentary treshold (ambang batas parlemen) dan presidential treshold (ambang batas presiden) diperkecil bahkan hingga nol persen. Gerindra, kata dia, ingin mengedepankan demokrasi dalam keterwakilan.

"Indonesia bangsa luas. Ada pesan Prabowo (Ketua Umum Gerindra), jangan mematikan partai yang ada. Kita penting memperkuat presidensial namun penyederhanaan partai bukan satu-satunya cara memperkuat sistem presidensial," kata Riza di Gedung DPR, Jakarta, Rabu 11 Januari 2017.

Menurutnya, partai baru harus diberikan kesempatan seluas-luasnya. Ditegaskannya, pada Pemilu 2014, Gerindra sebenarnya masuk rangking ketiga yang berarti masuk dalam kategori partai besar. Namun demikian Gerindra tak merasa jemawa ingin membatasi partai politik masuk ke parlemen.

"Tapi sekali pun kami masuk partai besar, kami tidak ingin memanfaatkan posisi untuk memperluas kekuasaan, merebut kekuasaan. Kepentingan konstitusional kami setuju tapi merebut kekuasaan harus memerhatikan anak bangsa," kata Riza.

Sebelumnya, dalam pembahasan Rancangan Undang Undang Pemilu, sejumlah fraksi menginginkan agar ambang batas parlemen dinaikkan. Usulan itu berasal antara lain dari Fraksi NasDem, Fraksi Golkar, Fraksi Demokrat dan Fraksi PDI Perjuangan.

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



News Feed

loading...

Baca juga


Loading...