25 February 2020

Gebrakan Rizal Ramli: BMKG Diminta Buka Data ke Publik dan Nelayan. Warga Sumut Didorong agar Senyum Tiru warga PM Lee Singapura

KONRONTASI-Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli meminta seluruh lembaga di bawah naungannya untuk membuka data-data atau informasi yang berkaitan dengan masyarakat, terutama nelayan. Menurutnya, saat ini masih ada lembaga yang belum bisa membuka data informasi untuk nelayan.

Rizal menyebut, data seperti dari BMKG sangat penting bagi masyarakat Indonesia dalam menjalani aktivitasnya. Untuk itu, dia meminta lembaga tersebut berkoordinasi untuk pembukaan data ke publik.

"Orang Indonesia belum seperti di negara-negara Utara yang setiap pagi pasti cek cuaca, hujan atau apa. Kalau orang kita kan tidak, jalan mah jalan saja tidak melihat cuaca. Tapi lama-lama akan menjadi habit karena volatility cuaca juga makin tinggi," ujar dia dalam Penandatanganan Nota Kesepahaman Kerjasama survei dan observasi serta berbagai pakai data dan informasi kelautan dengan kementerian kelautan dan perikanan (KKP), BMKG, LIPI, Kementerian ESDM, BPPT dan Geospacial di kantornya, Jakarta, Selasa (1/9).

Rizal menegaskan data-data yang selama ini ada masih belum dapat diakses dengan baik oleh masyarakat kecil. Apalagi, data-data yang dimiliki antar kementerian atau lembaga yang masih belum sinkron antara satu dengan yang lain. Dengan data tersebut, seharusnya masyarakat dapat mengetahui persiapan awal dalam beraktivitas.

"Jadi kami minta, tolong berpikir out of fthe box, kira-kira orang biasa perlunya data seperti apa, jangan dilihat dari kacamata ahli, tapi dari kacamata rakyat biasa misalnya petani, atau nelayan, atau bisnis, dari data ini apa sih yang bermanfaat," kata dia.

Untuk itu, Rizal meminta para kementerian dan lembaga yang terkait dengan penyajian data dan informasi bagi masyarakat dapat menciptakan teknologi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat dan mudah untuk diakses.

"Kalau itu teknologi ber benefit untuk rakyat, kalau tidak mohon maaf teknologi hanya mainan buat elit, buat scientist, saya ingin teknologi yang bermanfaat untuk rakyat," ujar dia.

GEBRAKAN SOAL DANAU TOBA DAN SUMUT

Menko bidang Kemaritiman Rizal Ramli bertekad menjadikan Danau Toba, Sumatera Utara, seperti The Monaco of Asia. Namun, Rizal juga ingin mengubah perilaku masyarakat setempat.

Rizal akan berkoordinasi dengan Gubernur Sumatera Utara  untuk mengubah perilaku masyarakat Sumut. Dirinya akan mencontoh apa yang dilakukan Perdana Menteri Lee Kwan Yeu, yang berhasil mengubah perilaku masyarakat Singapura yang tak pernah senyum.

"Dulu Singapura rakyatnya enggak bisa senyum. Kemudian Perdana Menteri Lee Kwan Yeu buat program senyum, banyak foto senyum semua orang senyum. Jadi, Gubernur dan rakyatnya harus berbuat sesuatu, bantu, minimal belajar senyum dulu,” tutur Rizal, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (1/9/2015).

Rizal Ramli yang berencana memasukkan sektor pariwisata Danau Toba, Sumatera Utara, sebagai fokus kerjanya. Dia sudah meminta Menteri Perhubungan Ignasius Jonan untuk membangun airport kecil ukuran 10 km di Danau Toba. Selain itu juga meminta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono untuk membangun jalan, air bersih, dan sistem internet, di daerah tersebut. Dengan demikian diharapkan bisa memikat turis untuk datang.

“Nah, kebetulan semua ada di bawah koordinasi kami," tuturnya (kn)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...