16 December 2019

Gebrakan Pariwisata Rizal Ramli Diapresiasi Masyarakat dan Dunia Usaha

JAKARTA-ASOSIASI Biro Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) mengapresiasi inspeksi mendadak (sidak) Menteri Koordinator Maritim (Menkomar) Rizal Ramli terhadap penerapan kebijakan bebas visa kunjungan.

"Kebijakan bebas visa kunjungan (BVK) sangat bagus, tapi di lapangan masih banyak wisman yang harus membayar visa," kata Asnawi Bahar, ketua umum ASITA. Menkomar Rizal Ramli, Senin (25/4), melakukan sidak ke tempat pemeriksaan imigrasi (TPI) Bandara Soekarno-Hatta.

Rizal Ramli memuji kebijakan BVK sebagai cara meningkatkan kunjungan wisman. Saat sidak itu Menkomar Rizal Ramli masih menemukan sejumlah turis dengan status BVK tetap membayar 35 dolar AS untuk pembuatan visa. Menkomar merasa aneh program pemerintah tidak mendapat dukungan dari orang-orang pemerintah.

"Saya tidak tahu apakah kebijakan ini sudah diberitahu ke bawah atau belum," kata Rizal Ramli saat itu. "Jangan-jangan hanya di level atas saja yang tahu." Asnawi Bahar mengatakan kebijakan BVK memicu pertumbuhan wisman rata-rata lima persen per bulan. Namun, koordinasi antarlembaga dan kemeterian masih lemah. Akibatnya, masih banyak wisman yang harus bayar visa on arrival, atau visa yang dibuat saat tiba di tujuan.

Indonesia memberlakukan kebijakan BVK terhadap 169 negara. Deregulasi itu memudahkan orang asing berkunjung ke Indonesia. Warga Tiongkok dari kota-kota kecil; Hefei, Xiamen, atau Chengdu, tidak perlu ke Beijing atau Shanghai untuk mengurus visa berkunjung ke Indonesia.

Mereka bisa langsung terbang ke Indonesia, dan mengurus visa on arrival tanpa mengeluarkan biaya. Indonesia tidak memiliki perwakilan di tiga kota kecil itu. KBRI dan KJRI hanya ada di Beijing dan Shanghai. "Calon wisman biasanya harus membayar 35 dolar AS jika hendak masuk ke Indonesia. Kini tidak lagi," kata Asnawi Bahar. Mereka memang tidak membayar 35 dolar AS, tapi diharapkan membelanjakan 1.200 dolar AS per orang selama berada di Indonesia. **

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...