13 December 2019

Gagal Memahami Nurani Rakyat, Jokowi Disuruh Makan Kartu Sakti

KONFRONTASI - Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) menkritik keras kebijakan Presiden Joko Widodo yang telah menaikan harga BBM. "Kebijakan menaikkan harga BBM yang dilakukan Jokowi cermin nyata dari ketakmampuan memahami hati rakyatnya," kata Jubir PPI Mamun Murod Al Barbasy Selasa (18/11/2014).

Apalagi, kata dia, kenaikan harga BBM bersubsidi ini justru terjadi saat harga minyak dunia turun. Dimana negara lain justru sedang berlomba menurunkan harga BBM.

"Kenaikan ini cermin Jokowi gagal pahami rakyatnya. BBM itu barang vital, ketika naik maka impactnya semua harga bakal naik," tuturnya.

Lebih lanjut, kata dia, Kartu Sakti Jokowi pun tak berarti dengan kenaikkan harga BBM bersubsidi ini. Kartu Sakti Jokowi yakni Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

"Jokowi saja suruh makan kartu-kartu itu. Rakyat tak butuh kartu-kartu itu," cetusnya.

Selain itu, dirinya menduga kenaikan harga BBM ini tak lebih sebagai bentuk keberhasilan kaum neolib yang ada di sekitar Istana.

"Neolib tentu sangat berkepentingan dengan naiknya harga BBM, sebab dengan demikian jualan mereka yang berupa pasar akan laku," pungkasnya.[snw/ian]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...