14 November 2019

Front Aksi Mahasiswa UI: Pemerintahan Jokowi-JK Menindas Rakyat

KONFRONTASI - Sebagai bentuk aksi menolak kebijakan Pemerintah Jokowi-JK menaikkan harga BBM bersubsidi, Mahasiswa Universitas Indonesia hari ini menggelar mimbar bebas  di depan stasiun halte UI Depok. Mereka akan mengajukan dua tuntutan utama.

Koordinator Front Aksi Mahasiswa UI, Wieldan, mengatakan dua tuntutan itu mereka namakan Dwikora atau Dwi Komando Rakyat. 

"Pertama, menuntut diturunkannya harga BBM bersubsidi. Lalu yang kedua,   meminta pertanggungjawaban Polri atas tindak kekerasan yang digunakan selama protes penaikan harga BBM," ujarnya Jumat (28/11).

Dijelaskannya lebih lanjut, untuk tuntutan pertama, kenaikan BBM bersubsidi telah mengakibatkan kenaikan pada harga bahan pangan. 

"Ini dilihat dari pandangan rakyat sebagai bentuk penindasan dari pemerintahan Jokowi-JK," kata dia.

Menanggapi apa yang dikatakan Wakil Presiden Jusuf Kalla bahwa protes terhadap naiknya BBM hanya akan terjadi dalam waktu dua minggu saja, Wieldan membantah.

Kata dia, para mahasiswa dan elemen masyarakat luas akan terus menggelar aksi penolakan dengan turun ke jalan.

"Apa yang dikatakan JK tidak benar. Kami akan kembali ke jalan. Perlawanan belum selesai," tegasnya.

Sedangkan untuk tuntutan kedua, yakni mengecam kekerasan yang diperlihatkan aparat terhadap para pengunjuk rasa. Wieldan menegaskan itu merupakan bentuk arogansi pemerintah. 

"Pemerintah tidak pernah melihat kenyataan di masyarakat akibat kenaikan BBM. Mereka justru menanggapi perlawanan rakyat dengan kekerasan. Itu bentuk arogansi," ujarnya.

Selain dua tuntutan itu, kata Wieldan, mereka juga menyoroti kaitan antara kenaikan BBM dengan keberadaan mafia migas di pemerintahan. 

Meski Faisal Basri sudah diangkat menjadi Koordinator Tim Reformasi Tata Kelola Migas di ESDM, untuk memberantas mafia migas. 

"Tapi hari ini kami lihat saat ini naiknya harga BBM malah dilakukan saat minyak dunia sedang turun. Ini jadi pertanyaan kami."

Dia pun menilai pemerintah tidak melihat akar permasalahan dalam kebijakan menaikkan BBM bersubsidi. 

"Dimana BBM sebenarnya merupakan 'public good', dan bukan 'commercial good' . Apakah ini kepentingan beberapa oknum saja sehingga Pemerintahan Jokowi bermain-main dengan bola panas yang bernama Subsidi BBM?"

Kata Wieldan, aksi kali ini akan diikuti oleh Pandu Budaya UI, Front Aksi Mahasiswa UI, dan Himpunan Mahasiswa Islam FIB UI.

Sebagai bentuk protes keras, dalam aksi solidaritas nanti mereka juga akan melakukan pembakaran foto Presiden Jokowi, Wapres JK, dan Kapolri Jenderal Sutarman.[ian/akt]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...