20 August 2019

Fahri Hamzah: Come On, KPU Nggak Usah Lebay Sikapi Hoax 7 Kontainer Surat Suara

KONFRONTASI -   Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah meminta kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak perlu berlebihan dalam merespon berita hoax tujuh kontainer berisi surat suara tercoblos. KPU harus santai meresponnya, dan tidak boleh nampak meragukan, apalagi mencurigakan.

“KPU cukup menjelaskan kabar itu tidak benar. Ngomong apa adanya, terbuka saja. Nggak usah dendam mau lapor-lapor segala,” ujar Fahri Hamzah kepada wartawan di Gedung DPR RI, Jumat (4/1/2019).

Fahri pun mengingatkan, sebagai lembaga penyelenggara pemilu, KPU harus tetap bersikap netral di Pemilu 2019 dalam menyikapi berita hoax tersebut. Bukanya malah mengajak Badan Pengawan Pemilu (Bawaslu), lapor polisi.

“Come on, KPU itu tidak saja harus netral, tetapi nampak netral, karena dia penyelenggara. Nggak boleh dia kelihatan kayak dikoordinir oleh pertahana gitu,” lanjutnya.

Misalnya, lanjut politisi dari PKS itu, soal twitter tim suksesnya Prabowo, Andi Arief yang kemudian direspons secara berlebihan sampai ngajak Bawaslu, lapor polisi.

“Ngajak semualah gitu, termasuk kayak ngajak pertahana gitu, itu nggak boleh. Masa KPU gagahan tampil di tv seolah dia maju jadi pahlawan,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya kalau KPU telah melaporkan hoax tujuh kontainer surat suara tercoblos ke Bareskrim Polri, dengan alasan kasus hoax yang menimpanya saat ini berlebihan.

“Kali ini kami menganggap isu yang sekarang sangat luar biasa berlebihan, maka kami merasa tidak cukup hanya menjawab dengan fakta dan data, tapi kami merasa perlu ini dilaporkan,” ujar Ketua KPU Arief Budiman di Bareskrim Polri beberapa waktu lalu.(Jft/BB)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...
Selasa, 20 Aug 2019 - 14:26
Selasa, 20 Aug 2019 - 14:23
Selasa, 20 Aug 2019 - 14:09
Selasa, 20 Aug 2019 - 11:03
Selasa, 20 Aug 2019 - 10:59
Selasa, 20 Aug 2019 - 10:55
Selasa, 20 Aug 2019 - 10:52
Selasa, 20 Aug 2019 - 10:47
Selasa, 20 Aug 2019 - 10:41
Selasa, 20 Aug 2019 - 10:36
Selasa, 20 Aug 2019 - 10:32
Selasa, 20 Aug 2019 - 10:29