19 March 2019

Fahri: Dibanding Prabowo, Jokowi Lebih Sulit Cari Cawapres

KONFRONTASI  -  Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah memprediksi capres pejawat Joko Widodo sulit menemukan titik temu diantara partai koalisi tentang figur cawapres.

“Prediksi saya belum berubah. Membaca Pak Jokowi paling sulit mencari titik temu. Saking sulitnya, bisa-bisa Pak Jokowi enggak dapet kursi. Anda kira Pak Jokowi ini gampang, engga gampang bos. Apalagi kalau Pak JK (Jusuf Kalla) nanti enggak boleh dicalonkan lagi. Bubar ini bos,” kata Fahri saat berbincang dengan wartawan di Jakarta, Sabtu (4/8/2018).

Kesulitan tersebut selama ini dibungkus kubu Jokowi dengan menggelar sejumlah pertemuan yang seakan-akan menunjukan kesolidan. Selain mengumpulkan Ketua Umum, Jokowi juga mengumpulkan para sekretaris jenderal partai calon pengusungnnya.

“Tapi belum jelas barang itu bos. Siapa bilang jelas,” katanya.

Hal sebaliknya justru terjadi di kubu Prabowo. Fahri mengatakan poros oposisi relatif mudah untuk membangun koalisi dan menyepakati cawapresnya. Prabowo, menurut dia,hanya memerlukan satu partai untuk memenuhi syarat ambang batas pencalon presiden.

“Dalam hal ini Pak Jokowi perlu dua partai. Minimal kalau PDIP dan Golkar mau. Tapi kalau PDIP dan Golkar pecah, bubar bos. Karena partai lain tuh nggak cukup. Ada gabung ini partai-partai, Nasdem, Hanura, PPP, ini belum cukup nih. Belum cukup. Kalau empat baru cukup,” katanya.

Menurut Fahri, sulit bagi Jokowi mengumpukan tanda tangan para ketua umum partai untuk memberikan tanda hitam di atas putih sebagai bentuk legal maju Pilpres 2019. Bekas Gubernur DKI Jakarta itu, lanjut dia, juga akan sulit maju jika ditinggal oleh PDIP dan Golkar.

“Sementara Pak Prabowo dengan satu partai dari tiga partai yang ada, cukup. Jadi kasarnya pengumpul tandatangan, Pak Prabowo tinggal perlu tandatangan lagi,” ucapnya.

Politisi dari PKS itu menambahkan, berat bagi Jokowi bila Golkar keluar koalisi karena usulan cawapresnya tidak diterima. Oleh karenanya saat ini Jokowi mempertimbangkan dengan matang siapa cawapresnya sehingga bangunan koalisi kokoh.

“Jadi, berat buat Jokowi, Anda kira gampang buat Pak Jokowi dapat tiket. Salah. Saya masih memprediksi bisa-bisa pecah kalau ini (PDIP-Golkar) pecah, Pak Jokowi enggak dapat tiket,” pungkasnya.(Jft/Teropong)

 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...