21 July 2019

Fadli Zon: IMF itu Biang Kerok!

KONFRONTASI -   Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengaku aneh dengan sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memberikan sambutan meriah kepada ‎Managing Director International Monetary Fund (IMF) Christine Lagarde.

Pasalnya, menurut Fadli IMF adalah institusi yang menghancurkan Indonesia 20 tahun lalu. Kebijakannya merusak sendi-sendi 

ekonomi

 di dalam negeri.

 

“Penyambutan IMF ini kok dibuat seperti kedatangan raja gitu lho," ujar Fadli saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (27/2).

Menurut Fadli,  Kala itu di tengah krisis yang makin memburuk di Indonesia, Presiden Soeharto dipaksa menerima bantuan dari IMF. Namun bantuan itu ternyata makin menjerumuskan Indonesia.

“Karena IMF punya kekuatan besar untuk mendikte ekonomi Indonesia. Contohnya seperti sekarang memuji ekonomi Indonesia kuat. Bahkan dikatakan oleh World Bank sebagai, Asian Miracle. Tahu-tahu terjadi krisis," katanya.

Fadli yang pernah melakukan kajian ‎terhadap IMF itu, menilai, lembaga itu sebagai sumber masalah buruknya perekomonian di Indonesia di era Presiden Soeharto. 

“Terbukti IMF ini biang kerok dari berbagai macam krisis di dunia," tegas Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu.

Namun anehnya, lanjut Fadli, Jokowi memberikan karpet merah pada IMF, bahkan sampai mengeluarkan dana hampir Rp 1 triliun untuk pertemuan tersebut.

"Memangnya negara Indonesia event organizer. Kan bukan," ungkapnya.

Harusnya dana Rp 1 triliun itu digunakan untuk kepentingan lain. Ketimbang menjamu IMF di dalam negeri. ‎Bahkan sampai berkunjung ke Pasar Tanah Abang, Jakarta.

Fadli ingat benar, gara-gara IMF di tahun 1998 subsidi bahan bakar 

minyak
 
 

 (BBM) dicabut. Karena saat itu pemerintah Indonesia mau tidak mau berhutang kepada IMF untuk mengatasi krisis.

 

“Dan ternyata di balik itu IMF bisa mendikte kebijakan ekonomi di dalam negeri. Sehingga harga BBM naik sampai 71 persen. dan berlanjut dengan terjadinya demonstrasi di mana-mana," tegasnya.

Menurut Fadli, di Amerika Latin IMF dianggap biang masalah dalam krisis. Namun anehnya di Indonesia pada pemerintahan Jokowi IMF ini dipuji seperti pahlawan. "Padahal IMF tidak ada gunanya," pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi bersama Managing Director International Monetary Fund (IMF) Christine Lagarde mengunjungi Blok A Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (26/2). Mereka berkeliling melihat toko baju dan 

busana
 
 

 di dalam gedung.

 

Jokowi mengatakan, kedatangannya ke Pasar Tanah Abang karena ingin menunjukkan kepada Christine Lagarde banyaknya sektor usaha kecil, sektor usaha menengah, usaha mikro di Indonesia.

Politikus PDIP itu juga memamerkan kepada Christine bahwa Tanah Abang merupakan kekuatan besar ekonomi Indonesia. Sebab menurutnya ada 19 ribu lebih kios yang berada di kawasan Tanah Abang.

Jokowi yakin, kunjungan mereka ke Tanah Abang tersebut akan menjadi pengalaman berharga bagi Christine. 

Kunjungan mereka itu juga diikuti sejumlah pejabat negara lainnya, yakni Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardjojo, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Sementara itu, dari pihak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yakni Wali Kota Jakarta Pusat Mangara Pardede dan juga Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasrudin.(Jft/JPNN)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...