29 March 2017

Ekonomi Terkulai, Jokowi Seyogianya Minta Rizal Ramli jadi Menko Ekuin untuk Selamatkan Ekonomi Rakyat

KONFRONTASI- Ekonomi terkulai layu, perombakan para menteri perekonomian Kabinet Kerja makin cepat makin baik sebelum nilai rupiah tembus Rp15.000/dolar AS agar tidak terjadi krisis kepercayaan. Demikian pandangan pengamat ekonomi politiksekaligus akadmeisi Universitas Paramadina Herdi Sahrasad,akademisi Fisipol UGM Arie Sujito  dan peneliti Ali Nurzaman MA dari Indostrategi.

Menko ekuin Kabinet Kerja yakni Sofuan Djalil sebaiknya diganti  Rizal  Ramli.yang mendapat dukungan moral civil society termasuk Guntur Soekarno, Adi Sasono dan Buya Ahmad Syafii Maarif  untuk mereformasi ekonomi Indonesia. '" Hemat saya, Rizal Ramli adalah kandidat menko ekuin paling keredibel sekiranya reshuffle kabnet dilaksanakan Jokowi,'' ujar Herdi.

Rizal  Ramli sebaiknya diangkat Presiden sebagai menko ekuin Kabinet Jokowi sebab RR dinilai paling kredibel sebagai menko ekuin atau menteri di bidang ekuin Kabinet Jokowi dengan  kapasitas, kompetensi dan integritasnya sudah teruji, dan aseptabilitas rakyat kepadanya sangat tinggi. Demikian halnya pasar pun merespon Rizal Ramli positif. Jokowi dihimbau tidak ragu-ragu angkat Rizal Ramli masuk kabinetnya.

Demikian pandangan para aktivis Frans Aba dan aktivis GMNI yakni Galih Andreanto dan Reinhard MSc menegaskan hal itu, Selasa ini (16/6)

Pendapat itu diperkuat dengan hasil pertemuan kaum relawan di Jakarta Kamis kemarin, yang kembali meminta Jokowi mengangkat Rizal Ramli, ekonom pengusung Trisakti Soekarno dan Ekonomi Konstitusi, agar masuk kabinet demi mewujudkan Trisakti Soekarno itu sendiri. Rizal Ramli lebih tepat menjadi menko ekuin, sebagaimana usulan koran Suara Pembaruan, dan berbagai lembaga think thank dan LSM serta kaum relawan, ketimbang Jokowi mempertahankan Sofyan Djalil yang berlatar sarjana hukum (bukan ekonom) yang didukung Jusuf Kalla.

Melihat kompleksitas persoalan itu, Jumat ini Direktur Eksekutif IndoStrategi, Andar Nubowo MA, alumnus EHESS Paris dan akademisi Universitas Paramadina Dr Herdi Sahrasad  dan aktivis GMNI Frans Aba MA, menegaskan teknokrat senior lulusan Boston University dan ITB Rizal Ramli PhD, merupakan kandidat terbaik untuk posisi menko ekuin, untuk membantu Jokowi atas masalah ekuin. Sementara akademisi Universitas Paramadina Dr Herdi Sahrasad menilai, mengatasi beban melemahny ekonomi dan rupiah sebab sejak era SBY ekonomi kita mengalami krisis tersembunyi, malah rezim SBY mewariskan tumpukan utang lebih dari 3000 trilyun rupiah, kebocoran finansial karena besar pasak dari tiang dan kebobrokan ekonomi maupun sosial dan hukum.

Rakyat dan para relawan terutama civil society (buruh, LSM, mahasiswa, media) meminta Jokowi mengangkat ekonom terkemuka  Rizal Ramli PhD dan Yudi Latif PhD (pemikir terkemuka) sebagai  ''para inteligensia''  guna  membantu Kabinet Jokowi-JK dengan agenda Revolusi Mentalnya dan Trisakti Soekarnonya. ''Tanpa Rizal Ramli dan Yudi Latif, kabinet Jokowi bakal didominasi Jusuf Kalla dan politisi  serta pedagang sehingga jadi beban berat bagi Jokowi untuk melangkah. Jokowi juga bakal dilawan rakyat karena kabinetnya hampa makna dan tak kredibel tanpa kedua pemikir yang tajam itu: Rizal Raml selaku ekonom sebagai menko ekuin dan Yudi Latif selaku pemikir sosial-humaniora sebagai menteri pendidikan atau pos lain,'' kata analis ekonomi politik Frans Aba MA.

Sebelumnya, akademisi UGM Arie Sujito menilai, Presiden SBY mewariskan beban berat ekonomi pada Kabinet Jokowi-JK dan kondisi yang sulit itu, membutuhkan peran ekonom senior seperti Rizal Ramli PhD yang sudah berpengalaman dan kredibel.

 ‘’Saya kira, bagus kalau Rizal Ramli masuk kabinet Jokowi karena pikiran dan tenaganya diperlukan Jokowi-JK untuk membenahi dan menata kembali ekonomi yang sangat berat, yang diwariskan SBY,’’ kata Sosiolog UGM Arie Sujito.(K)

Category: 

loading...

Berita Terkait

Baca juga


Loading...