19 November 2018

Ekonomi membusuk Karena Jokowi Tak Konsisten dengan Nawacita, dan Dicekam Para Taipan

KONFRONTASI- Ekonomi Indonesia membusuk karena Nawacita dan Trisakti Soekarno tak dilaksanakan rezim Jokowi dengan konsisten. Malah Neoliberalisme makin menguat, dan membuat ekonomi rakyat kian mampat.

Kita ingat bahwa Indonesia Lawyer Club semalam, Selasa 21 Oktober 2014 mendadak riuh saat sosok fenomenal Kwik Kian Gie, tanpa basa basi mempertanyakan kebenaran rumor dikuasainya Jokowi oleh 9 taipan (pebisnis bermodal kuat keturunan Tiongkok / memiliki jaringan bisnis di Hongkong/China).

"Saya dengar kabar-kabar yang sudah meluas bahwa Jokowi dikendalikan oleh 9 taipan, orang- orang kaya yang mengendalikan, dan kabar ini sudah menyebar luas, dan tidak ada yang berani mengatakan, biarlah saya yang mengatakan. Bukan karena apa, tapi karena kecintaan saya. Tolong dibantah yang sekeras-kerasnya, dengan fakta yang sekeras- kerasnya bahwa ini tidak betul, karena kabar ini sangat meluas."

Sebagai kader yang sangat mencintai partainya, Kwik merasa harus mempertanyakan hal tersebut. Kwik adalah politisi senior sekaligus ekonom handal yang pernah menduduki jabatan strategis di negeri ini.

"Kader yang mencintai partainya (PDI P) harus jujur mengatakan apa adanya," demikian ungkap Kwik.

Sebagai kader senior PDI P Kwik tentu juga banyak mengetahui 'isi dapur' partai berlambang banteng itu. Kecintaanya kepada PDI P itulah yang mendorong Kwik tak ingin partainya dikuasai cukong.

"Saya melakukan ini karena kecintaan saya karena saya kader PDI P yang telah lama berjuang.. "

Kwik juga mempersoalkan kemunculan Sofjan Wanandi, seorang pengusaha dan sekaligus ketua Asosisi Pengusaha Indonesia (APINDO).

Sofjan Wanandi sudah sejak lama melobi Megawati untuk memasangkan Jusuf Kalla dengan Jokowi. Sejak 2013, di berbagai kesempatan, Sofjan menyatakan bakal mengeluarkan Rp 2 triliun bila Kalla dipasangkan dengan Jokowi.

APINDO sendiri berisi ribuan pengusaha Indonesia. Jaringan Apindo untuk Jokowi-Kalla semakin kuat karena Ketua Apindo, Franky Sibarani, menjadi anggota tim penggalangan dana pasangan Jokowi - JK.

"Kenapa jumlah menteri yang tadinya sedikit 18 atau 20, kemudian langsung dibantah oleh Sofyan Wanandi dan Jusuf Kalla tiba-tiba berubah, bahkan separo dari jumlah menteri itu untuk partai politik. Saya sebagai kade PDI P menjadi bingung."

"Lalu kemudian apa peran Sofyan Wanandi, memang dia adalah ketua APINDO, tapi mengapa dia arus muncul dimana-mana. Inilah yang memunculkan kesan kuat bahwa para taipan ini. Akibatnya orang mulai was-was entang kabinet ini, akan jujur, akan memberantas korupsi dan lain-lain," demikian tegur Kwik lantang.

Kwik pun menantang Tim Transisi untuk menjawab pernyataannya.

"Mumpung disini ada rumah transisi. Tolong dibantah dengan fakta-fakta yang nyata dan jelas," pinta Kwik.

Pernyataan Kwik Kian Gie langsung direspon luas di forum-forum internet. Kaskus contohnya, langsung merespon pernyataan Kwik tersebut.

Sayangnya, alih-alih memberi argumentasi yang meyakinkan, para pendukung Jokowi memilih untuk mencacimaki Kwik.

Tanggapan atas pernyataan Kwik Kian Gie juga dimunculkan Akbar Faizal. Akbar menyatakan kabar tersebut bukanlah hal baru. Akbar juga sempat terusik dengan kabar tersebut.

"Saya baru mendengar ini (secara terbuka dari Kwik Kian Gie). Tapi saya pernah samar-samar mendengarnya," kata Akbar di acara yang sama.

Akbar mengaku pernah memberanikan diri menanyakan kebenaran kabar samar tersebut langsung kepada Jokowi.

Jokowi, kata Akbar yang jadi Deputi bidang Infrastruktur, Perumahan Rakyat dan Transportasi Publik dalam Tim Transisi, membantahnya.

Pertanyaan disampaikan Akbar karena khawatir rekomendasi dirinya terkait persoalan transportasi dimentahkan karena tersiar kabar ada konglomerat otomotif yang mengendalikan Jokowi.

"Sorry mas Akbar, tidak benar. Dan saya yakin beliau (Jokowi) tidak terlilit dengan sembilan taipan itu," kata Akbar menirukan jawaban Jokowi.

Entah siapa yang berbohong, karena pada kenyataannya, ada nama Edward Surjadjaja, putra William Surjadjaja, pendiri konglomerasi Astra, dalam beberapa proyek Jokowi. Tentu tak ada makan siang gratis.

-----

Pertanyaannya, siapakah 9 taipan yang dimaksud Kwik Kian Gie?

Ada nama-nama besar taipan Indonesia yang selama ini terlihat mendukung Jokowi-JK.

Sebut saja Antoni Salim, putra Soedono Salim, pemilik Salim Group, Boss Lippo Group James Riyadi, 'The Invisible' Tomy Winata dan kawan-kawannya(Rudy Raja Mas, Apiang Jinggo alias Yan Darmadi, Engsan, A Pow, Chandra dll), Kirana bersaudara pemilik Lion Air, Rusdi dan Kusnan, Edward Surjadjaja, Trihatma Kusuma Haliman si raja properti, Raja tekstil almarhum Lukminto dan 'Ratu Mall" Imelda Tio, Bankir Kevin Wu, Benny Chandra, Lia Anggraeni, Jhony Liem.

Mengetahui kiprah para taipan ini tak sulit. Cukup ketikkan nama-nama di atas pada mesin pencari di internet.

Mungkin Megawati akan membiarkan para taipan ini berkuasa demi menyelamatkan bisnis CPO miliknya, atau demi keselamatan diri dan keluarga dari ancaman gugatan pelanggaran hukum dan korupsi yang terjadi di eranya.

Maka tak berlebihan kiranya jika Kwik Kian Gie, merasa perlu mengingatkan seluruh rakyat dan pendukung Jokowi, bahwa ada harga yang harus dibayar sebagai efek kemenangan Jokowi. (fs)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...