18 June 2019

Efek Gebrakan Menko Rizal Ramli soal Dwell Time: Buwas Dihempas Kartel karena Bongkar Kasus Pelindo Rp180 trilyun

KONFRONTASI- Gebrakan Menko Rizal Ramli, Menko Kemaritiman dan Sumber Daya yang baru, untuk membasmi mafia dan KKN di pelabuhan yang membuat dwelling time jadi masalah, sudah dilaksanakan. Menko RR menggebrak dengan melibatkan Panglima TNI, Kapolri, Kepala BIN dan instansi terkait lainnya. Hasilnya, konon  Kabareskrim Buwas yang ditugasi Kapolri, kemudian menggeledah Pelindo RJ Lino dengan kasus Rp180 trilyun, namun malah dia dihempaskan oleh Kartel Politik-Ekonomi, digeser ke BNN,  Buwas dicopot dari Kabareskrim.  Buwas yang kontroversial dan dicap bikin gaduh itu, dicopot elite Kartel, terpental.

Publik belum lupa, sehari setelah diangkat langsung menggebrak. Ia membawakan sifat aslinya sebagai orang Minang yaitu “tembak Langsung”. Tanpa tedeng aling-aling,  Rizal Ramli langsung menembak dua menteri sekaligus, Rini Sumarno (Menteri BUMN) dan Sudirman Said (Menteri ESDM). Tidak hanya itu, pelurunya ternyata juga  melenting ke Wapres JK yang merasa gerah. Bahkan Rizal Ramli memberikan respon yang dinilai kurang tepat, karena meminta Wapres JK menemuinya untuk suatu diskusi (terbuka) di depan publik. Akibatnya, Wapres JK semakin marah dan mendampratnya di depan Presiden Jokowi dan Menko Polhukam.

Yang menjadi pertanyaan, mengapa Rizal Ramli menjadi senekad itu, pada hal ia baru sehari dilantik menjadi Menko. Saya menarik kesimpulan bahwa Rizal Ramli hendak membuktikan kritiknya tidak lama setelah Kabinet Kerja terbentuk. Ia menyindir bahwa para menteri yang diangkat Presiden Jokowi umumnya KW3. Istilah itu biasanya ditujukan pada matrial bangunan kualitas rendah.

Ternyata, kedua menteri tidak menjawab substansi pernyataan Rizal Ramli tentang rencana yang mereka buat.  Rini Sumarno justru menjawab dari sisi kewenangan Rizal Ramli. Sedangkan Sudirman Said mencoba berlindung di balik “jubah” presiden, yang menyatakan tetap mendukung rencana pembangunan pembangkit listrik 35.000 MW. Presiden meminta Menko membantu mencari solusi jika proyek itu mengalami hambatan. Di sini, Rizal Ramli berhasil membuktikan bahwa kedua menteri tersebut memang KW3, berkualitas rendah. Semoga Allah SWT melindungi dan meridhoi serta mengayomi Menko Rizal Ramli dan seluruh Teamwork yang bekerja keras membasmi mafia dan mengatasi masalah Dwell Time di Priok dan seluruh pelabuhan di Indonesia.

Kepala Bareskrim Polri Komjen Budi Waseso mempertanyakan pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang meminta agar tidak mengusut dugaan korupsi di PT Pelindo II. Pekan lalu, penyidik Bareskrim melakukan penggeledahan di Kantor Pelindo II atas dugaan korupsi pengadaan mobile crane.

"Kok cara berpikirnya demikian? Kan harusnya dilihat perjalanan penyidikannya saja. Kalau pidana enggak boleh diusut ya bagaimana kita," ujar Budi di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (4/9/2015).

Budi mengaku pernah ditelepon langsung oleh Kalla ketika ia ikut menggeledah PT Pelindo II di Tanjung Priok pada 28 Agustus 2015 lalu. Kalla, sebut Buwas, menanyakan mengapa penyidik menggeledah kantor itu.

"Ya saya pokoknya yakin, bukan hanya 100 persen lagi, tapi 1.000 persen ada tindak pidana di dalamnya," kata dia.

Namun, Budi tak menyebut seperti apa respons Kalla menanggapi jawabannya. Menurut Budi, penyidik Bareskrim yakin ada dugaan tindak pidana korupsi di PT Pelindo II. Polisi sudah menetapkan Direktur Operasi dan Teknik PT Pelindo II FN sebagai tersangka. Budi mengatakan, akan ada tersangka lainnya dalam kasus ini.

Terkait langkah yang dilakukan polisi, Budi menjamin masih dalam koridor hukum. Ia mengatakan, kasus Pelindo II akan menjadi pintu masuk penyidik untuk menguak dugaan tindak pidana lainnya.

"Tersangka awal yang kita tetapkan ini adalah pintu masuk kita ke kasus lain," kata Budi.

(hk)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...