15 October 2019

DPR akan Tanya Masalah Pinjaman ke Tiongkok ke Rini Sumarno

KONFRONTASI - Komisi VI DPR RI prihatin terhadap rencana Menteri BUMN, Rini Soemarno melakukan pinjaman Rp 520 Triliun ke Tiongkok.

Anggota Komisi VI DPR RI, Ihsan Yunus mengaku akan memanggil Menteri Rini guna mengklarifikasi maksud dari peminjaman uang itu.

"Kita akan klarifikasi pinjaman ke Tiongkok sebesar Rp 500 triliun. Ini kan rencana untuk mau di alihkan ke BUMN. Tentunya kami Komisi VI kalau bicara PMN kami masih sangat prihatin dengan keadaan ekonomi negara yang carut marut yang tidak stabil, maka suntikan kepada BUMN kembali kita pertimbangkan," Ihsan dalam keterangannya, Kamis (25/6).

Ihsan tetap menyayangkan langkah Menteri Rini yang memaksakan pinjaman di tengah perekonomian negara yang melemah dan terkatung-katung.

"Karena ini sebetulnya hanya pengalihan APBN dari kementerian teknis ke BUMN melalui PMN. Kalau memang ada prioritas US dollar sedang naik. Sembako mahal dan lain-lain, maka kita harus paham masalah itu jangan di paksakan,” sambungnya.

Seperti diketahui, Terkait rencana pembangunan infrastruktur di Indonesia, Menteri Rini Soemarmo mengatakan bahwa perbankan Tiongkok menyatakan telah siap memberi pinjaman sebesar 50 miliar dolar Amerika Serika atau sekitar Rp 650 triliun kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang akan menggarap proyek tersebut. Adapun pembangunan infrastruktur meliputi pembangunan pelabuhan, bandara, hingga kereta cepat, serta kelistrikan.

Menteri Rini sendiri telah ikut dan menyaksikan penandatangan pinjaman sebesar Rp 520 triliun dengan Cina. Namun, yang menjadi masalah adalah kondisi perekonomian Indonesia yang hingga saat ini belum menunjukan perubahan yang positif secara signifikan, jika Indonesia mengalami krisis dan tidak mampu bayar, maka secara otomatis perusahaan-perusahaan tersebut akan jatuh kepada tangan asing.(Juft/Rmol)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...