24 August 2019

Dirilis Kronologi Penahanan Setya Novanto Versi KPK

KONFRONTASI -  Juru Bicara KPK Febri Diansyah menjelaskan kronologis proses penahanan Ketua DPR RI, Setya Novanto atas kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.

Dari pemanggilan sebagai tersangka hingga akhirnya Ketua Umum Partai Golkar itu menjalani perawatan akibat kecelakaan di Rumah Sakit Cipto Mangkunkusumo (RSCM) pada Jumat (17/11). Berikut kronologinya:

Senin, 13 November 2017
Febri menyebutkan, pada hari itu, KPK telah memanggil Setya Novanto sebagai saksi untuk Direktur Utama PT Quadra Solution, Anang Sugiana Sudihardjo.

"Pemanggilan ini adalah pemanggilan yang ketiga kali hingga pukul 17.00 WIB tersangka SN tak datang dan memberikan surat ketidakhadiran," jelasnya.

Rabu, 15 November 2017
Febri menyebutkan, pada hari itu, pihaknya kembali memanggil Setya Novanto untuk menjalani pemeriksaan sebagai sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP.

Namun, Novanto lagi-lagi tidak datang dengan mengirimkan surat kepada KPK untuk meminta izin dahulu kepada Presiden.

"Pukul 21.40 WIB, tim KPK pun mendatangi rumah SN di Jalan Wijaya, Jakarta Selatan, dengan membawa surat perintah penangkapan dan penggeledahan," jelasnya.

Namun, ternyata Novanto tidak ada di rumah. Tetapi, penggeledahan tetap dilakukan. "Dan saat ini penyidik mempelajari rekaman CCTV dari kediaman SN," ungkapnya.

Kamis 6 November 2017
Proses pencarian Setya Novanto selesai pukul 02.50 WIB dini hari. KPK malam itu juga mengimbau agar Setya Novanto menyerahkan diri.

Di hari yang sama, Setya Novanto diagendakan kembali menjadi saksi untuk tersangka Anang Sugiana Sudihardjo. Namun ia kembali tidak datang dengan mengirimkan surat kepada KPK. Sampai jam kerja habis, tidak ada kabar tentang penyerahan diri Setya Novanto.

Pada malam harinya, KPK lalu menerbitkan surat Daftar Pencarian Orang (DPO) untuk Setya Novanto dengan menyurati Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Up. Ses-NCB (Interpol).

Malam harinya, KPK mendapat informasi Setya Novanto mengalami kecelakaan di Jalan Permata Berlian, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Namun, saat dirawat di RS Medika Permata Hijau, Setya Novanto tak dapat ditemui oleh tim KPK.



Jumat, 17 November 2017
Pukul 06.40 WIB, tim KPK akhirnya dapat menemui tim dokter yang menangani Setya Novanto. Setelah serangkaian pemeriksaan, KPK akhirnya membawa Setya Novanto ke RSCM karena ada kebutuhan untuk MRI dan CT Scan.

Pukul 12.48 WIB, tim KPK dan dokter KPK membawa Setya Novanto dari RS Medika Permata Hijau ke RSCM.

Pada saat akan dibawa ke RSCM, KPK memutuskan melakukan penahanan terhadap Setya Novanto. Penahanan dilakukan selama 20 hari ke depan yaitu mulai 17 November 2017 hingga 6 Desember 2017 di Rutan KPK.

Namun karena Setya Novanto masih perlu dirawat di RSCM, maka KPK melakukan pembantaran atau penangguhan penahanan sampai masa perawatan yang bersangkutan selesai atau sembuh. (KONF/SKALA)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...