25 August 2019

Demi Melindungi Rakyat Kecil, Gagasan BBM Rakyat dan Revaluasi Asset dari Rizal Ramli Diapresiasi Andrinof Ketua Bappenas

JAKARTA- Dalam dialog di Metro TV Senin malam (10/11/14), Rizal Ramli (RR), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian era Presiden Gus Dur, mengatakan pemerintahan baru, Jokowi-Jusuf Kalla akan menghadapi sejumlah  masalah sulit, yang perlu penanganan serius, hati-hati dan  langkah substantif.

Menurutnya, masalah ekonomi ditandai empat defisit, yakni defisit perdagangan, current accounts, balance of payments, dan APBN.Menurut mantan Kepala Badan Urusan Logistik itu, beberapa bulan lalu defisit transakti berjalan mencapai  9,1 milliar dolar AS, atau  4,27 persen Gross Domestic Product (GDP).

Media sering  ramai hanya soal APBN, padahal yang paling berbahaya defisit current accounts, yakni defisit tranksasi berjalan.

Prioritas penting Jokowi adalah bongkar APBN 2015 yang penuh masalah dengan terobosan inovatif agar ada ruang fiskal untuk program pro-rakyat.

"Perhitungan kami, dengan membuat BBM Rakyat dan prinsip subsidi silang, dan kebijakan terobosan, bisa disediakan tambahan ruang fiskal 500 triliun," ujar RR dalam dialog Economic Challenge di Metro TV bersama Meneg PPN/Ketua Bappenas Andrinof Chaniago dan ekonom Enny Sriharnani dari Indef, dengan moderator Tommy Soeryopratomo.

Andrinov Chaniago sangat mengapresiasi soal  gagasan RR bagi penurunan oktan, dan membuat subsidi silang  pemakaian BBM antara orang kaya dan  miskin, serta pentingnya BBM rakyat dan BBM bagi mobil mewah yang harus dinaikkan, agar ada subsidi silang guna melindungi ekonomi rakyat bawah. ''Kalau perlu kita panggil Bang Rizal ke istana (sidang kabinet) guna menjelaskan  secara detail gagasan BBM rakyat dan revaluasi aset,'' kata Andrinov.

Di luar APBN, revaluasi asset BUMN (Rp 450 triliun) akan meningkatkan nilainya 2-3x. Spt RR lakukan di PLN tahun 2000, aset PLN naik 4x, diatas 200T. Modal PLN naik dari minus 9 triliun menjadi plus 103 triliun.

Dengan revaluasi, modal BUMN akan meningkat sangat besar, kapasitas pinjaman BUMN tambah 100 miliar dolar AS. Seperti di Tiongkok, BUMN akan jadi motor pembangunan Indonesia.

Soal  BBM, RR meminta pejabat mau berpikir untuk mencari solusi. Misalnya, menurunkan oktan dari 88 menjadi 83

Rizal Ramli  (RR) menyampaikan adanya BBM rakyat dengan mengurangi kadar oktan dari 88 menjadi 80-83. Pengurangan kadar oktan BBM bersubsidi tersebut, katanya bertujuan untuk mengurangi ongkos produksi.

Dengan begitu, Rizal menilai mobil mewah akan berhenti menggunakan BBM bersubsidi. Sementara itu, untuk orang kaya, dia mengusulkan kenaikan harga Pertamax (oktan 92) dan Pertamax Plus (oktan 94) dari Rp11.000 menjadi Rp13.000-Rp15.000..

Rizal juga menyebutkan perluny revaluasi aset BUMN sehingga kita bisa menaikkan  nilai BUMN dan mendayagunakannya untuk memperkuat modal pembangunan dalam negeri, tanpa harus mengutang atau jual aset BUMN melalui divestasi saham atau privatisasi.

 

 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...