17 December 2018

Cerita Letjen (Purn) Suryo Prabowo Bergabung di Reuni 212 Usai Hadiri Misa di Katedral

KONFRONTASI-Jutaan massa Reuni Akbar 212 memadati kawasan Monas, bahkan hingga tugu tani, patung kuda, kawasan pasar senin dan sekitarnya, Jakarta Pusat, dibanjiri peserta aksi, Minggu (2/12/2018).

Massa sudah mulai memadati kawasan Monas sejak tadi malam. Makanya bagi yang datang pagi harinya tidak bisa masuk Monas karena sudah penuh.

Hal ini yang dialami mantan Kepala Staf Umum TNI, Letnan Jenderal TNI (Purn.) Johannes Suryo Prabowo yang hendak ikut bergabung Reuni 212.

Letjen Johannes Suryo Prabowo berangkat ke Monas usai mengikuti Misa di Gereja Katedral. Namun tak bisa masuk Monas karena sudah terlampau penuh.

"Sayang sekali! ketika selesai mengikuti Misa di Gereja Katedral saya & istri gak bisa tembus gabung di Panggung Reuni 212 karena dihadang kelompok Pancasilais (maksudnya peserta 212 -red). Sementara itu suasana di Monas sudah terlalu padat dipenuhi oleh hangatnya kesejukan. Semoga #indonesiaadilmakmur," kata Pak Johannes Suryo di akun twitternya, Minggu (2/12/2018).

Warganet terharu dengan semangat toleransi dan persatuan yang disampaikan Letjen Johannes Suryo Prabowo.

"Liat postingan ini saya terharu jendral...serius!!!

Katanya bangsa kita toleransinya dah habis...liat dimana mereka itu?" komen @herirwidjaja.

Tak hanya itu, Johannes Suryo juga mengunggah video rekaman Reuni 212 di akun instagramnya.

Dalam video yang dia unggah tersebut, ia membagikan momen ketika peserta reuni 212 tertib mengantre untuk mendapatkan konsumsi makan siang.

Tampak seorang wanita membagikan kotak putih berisi makanan dan minuman kepada sejumlah peserta.

Tak ada suasana berebut atau ricuh dalam video itu.

Suryo Prabowo pun mengungkapkan fakta di balik konsumsi para peserta reuni 212.

"terciduk tadi terlihat konsumsi ditawarkan dan dipersilakan mengambil dengan ikhlas dan sopan. .gak pake rebutan dan gak pake halo-halo, yang rebutan koq malah yang mbagi konsumsi, owalllaaah malah ada yang jualan bubur ayam tapi mbayarnya cukup pakai Al-Fatihah koq bisa ya, kan katanya mereka radikal dan intoleran ?!?," tulis Suryo Prabowo sebagai caption.

Unggahan videonya tersebut lantas dibanjiri beragam komentar dari netizen.

Ungkapan pujian pun mengalir dari sejumlah pengguna Instagram.

Tentang serba-serbi reuni 212 hari ini, dari pantauan di lokasi tampak sejumlah peserta Reuni Akbar 212 membawa kantong plastik besar untuk memunguti sampah di Monas maupun Jalan Raya sekitar Monas, Jakarta Pusat.

Mereka ada yang atas nama pribadi melakukan insiatif tersebut maupun bersama kelompok untuk memungut sampah dalam Reuni Akbar 212 itu.

Pantauan Warta Kota di lokasi acara Reuni Akbar 212, mereka membawa kantong plastik berwana hitam maupun kuning memungut sampah putung rokok maupun plastik minuman dan makanan.

Mereka juga berteriak agar peserta Reuni Akbar 212 yang memiliki sampah membuang sampah yang telah disediakan.

"Ayo sampahnya jangan dibuang sembarang ya, silahkan yang mau buang sampah kesini."

"Silahkan yang ada sampah buang kesini ya," kata seorang perempuan yang membawa kantong kresek hitam.

Di sejumlah titik trotoar pun disediakan banyak sejumlah kantong plastik hitam agar tidak membuang sampah di jalan.

Bahkan terlihat seorang paruh baya peserta aksi Reuni 212 bernama Andris (57) ikut turut memungut sampah yang berada di jalan.

Andris menggunakan kresek besar berwarna kuning memungut puntung rokok maupun sampah-sampah kecil.

"Ini kita bersihkan juga puntung rokok sama ya sampah sampah kecil saja yang dilupakan."

"Kalau sampah besar peserta aksi Reuni 212 tidak ada, semua tertib buang di tong sampah atau di petugas yang pakai plastik seperti saya" ujarnya.

Andris datang dari Serpong Tanggerang bersama istrinya mengaku tindakannya inisiatif dirinya agar acara ini bebas dari sampah apapun.

"Kita ingin tunjukkan umat islam tertib sampai sampah putung juga tidak ada."

"Pokoknya jangan sampai setelah aksi ini menyusahkan petugas kebersihan."

"Kalau sudah dikumpulkan di plastik besar, petugas kebersihan kan tinggal angkut saja tidak perlu nyapu lagi," paparnya.

Jalannya reuni Alumni 212 juga mendapat pujian dari Ketua MPR Zulkifli Hasan.

"Alhamdulillah (reuni akbar 212) tertib," ujar Zulkifli.

Zulkifli Hasan juga berpesan agar ketertiban dalam aksi reuni akbar 212 ini dapat menciptakan dan mempelopori ketertiban pada Pilpres 2019.

"Saya mengajak di tahun politik ini jadi pemilu yang damai dan kompetisi friendy. Pemilihan presiden itu agar kita berdaulat, bersatu. Saya berharap friendly dan itu dipelopori oleh 212," ungkapnya. (MR/TRB/PIS)

 

 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...