11 December 2018

Catatatan Senin Pagj: Jokowi Gali Kuburan Di Isu Pribumi, Reklmasi Dan Meikarta?

Oleh: Muslim Arbi

 

Setahun lagi, jelang pilpres 2019. Medan pertempuran semakin sengit dan ramai, malah makin panas? Apa pasal nya? Karena elektabilitas di tahun ke 3 pemerintahan nya, Joko Widodo ( Jokowi) malah semakin melorot citra nya, meski dengan sekuat tenaga ia berusaha untuk mendongkrak nya. Malam tadi, Polmark, sebuah lemabaga survei bergengsi yang di asuh oleh, Eep  Saifullah Fatah, meliris hasil surveinya.

Elektabilitas Jokowi hanya 41,2% memilih di Pilpres hari ini, sisanya 58,8 %  inginkan Presiden baru. Seperti yang di viralkan oleh Ahmad Dhani, sembari menyindir sejumlah nama yang di anggap menjatuhkan elektabilitas Jokowi? seperti, Terima kasih Pak Tito, Jaksa Agung, Ahok, Nusron Purnomo, Wiranto, Abu Janda,  Megawati, Surya Paloh, Victor L, Kiyai Said, GP Anshor, Setnov. Judul berita viral itu pun, dengan nada bercanda, Berita Gembira. Tidak jelas penulis nya apakah Ahmad Dhani, ataukah bukan?

Selain 3 isu panas yang sekarang sedang hot nya menghantam Istana, yang  berdampak terhadap Jokowi, isu Perppu, Presidensial Threshold 20%, Utang Numpuk, Kualiatas De demokrasi yang makin pudar dan merosot, pajak semakin mencekik rakyat, meski pembangunan infrastruktur semakin di pacu, yang di biayai oleh Hutang, dengan lemah daya beli masyarakat, terbelah, ormas2 Islam, karena Pro-Kontra terhadap jalan pemerintahan, pers yg "dibeli" Istana, kekuatan  Kampus yg di belah dgn isu radikalisme dan intoleran, adalah isu Pribumi, Reklamasi, Meikarta.

Kata Pribumi yg di lontarkan oleh Anies Rasyid Baswedan, dalam pidato, pelantikan sebagai Gubernur Baru DKI 2017-2022,  dilaporkan oleh mantan kuasa Hukum, Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok), ke Polisi. Tak disangka, justru kata Pribumi semakin santer jadi kosa kata yg membangkit kan semangat juang, para pencinta Republik. Di medsos ramai diperbincangkan, kaos2 dan stiker dgn logo Pribumi pun bermunculan di acara car free day. Apalagi di motori oleh Tokoh Aktifis Senior, Dosen Universitas Indonesia, Dr Sri Bintang Pamungkas, semakin ramai.

Kasus Reklamasi Teluk Jakarta, yg bikin pulau2 buatan juga  melahirkan perlawanan dari Nelayan, LSM, Masyarakat. Belakangan, semakin mendapat dukungan dari kalangan Alumni. Nama2 Alumni Kamous Negeri seperti: UI, IPB, ITB, ITS, Bahkan UGM, juga dari Alumni kampus Swasta. Mereka sudah mendeklare untuk Menolak Reklamasi dengan berbagai alasan. Publik sudah tahu bahwa, para pemilik pulau2 buatan itu adalah pengembang properti yg di saat pilpres adalah penyokong dana pilres 2014. Dan soal dana pengembang itu sempat mencuat yg di lontarkan oleh Gubernur Ahok waktu itu.

Dan, Jokowi pun seperti ketakutan atas tekanan Ahok itu. Karena publik pasti berpikir  para pengembang beserta anggota taipan itu menggelontor kan dana untuk memuluskan dunia usaha mereka, maka mereka pasti urunan dana besar dukung Pilpres 2014. Sehingga apa pun yg mereka maui, harus di dukung oleh Istana dan anggota Kabibet, nya. Ketika Rizal Ramli  Menko Maratim dan sumbet Daya merespon suara Rakyat dan Aktifis, mantan Aktifis 77/78 yg pernah di Penjara oleh Orde Baru itu pun di tendang dari Istana. Dan pengganti nya Jend ( purn), langsung tancap gas agar Reklamsi oleh Para Tapian itu dapat berjalan kembali meski di tentang Publik dan Para Aktifis.

Begitu juga, Kasus Meikarta milik James Riyadi, Lippo Group, meski tanpa kantongi izin sebagaimana layaknya usaha dunia properti, toh sudah lakukan penjualan iklan di berbagai media. Meikarta berjalan seperti  tanpa mengacuhkan Sistem dan Aturan yang berlaku di Negara ini. Suara2 keras dari DPR, Wagub Jawa Barat, Ombudsman, YLKI dan Para aktiifis pun di acuhkan. Apakah karena Presiden di bawa kendali Pimpinan Lippo Group ini, sehingga Kepala Negara, Kepala Pemerintahan pun di buat tak berkutik?

Untuk mengevalusi jalan nya Pemerintahan 3 tahun Jokowi, Mahasiswa pun gelar aksi Depan Istana, dengan harapan dapat berdialog, untuk suarakan pikiran2 kritis dari berbagai Kampus oleh Badan Eksekutuf Mahasiswa Se Indonesia (BEM-SI) untuk perbaikan Negari ini ke depan nya. Alih2 di terima delegasi nya, malah pergi dan Mahasiswa yang menunggu sampai Larut Malam itu pun di bubarkan dan di tangkapi oleh Kepolisian. Bahkan beberapa di antara mahasiswa itu menderita pemukulan. Mengapa suara2 Mahasiswa di jawab dengan represif oleh Aparat? Ini telah menjadi Simbol Mati nya Demokrasi di Negeri ini. Karena suara Mahasiswa adalah Gerakan Moral.

Cara2 rezim yang mau menang sendiri tanpa mau mendengarkan suara Rakyat Kritis, Aktifis dan Mahasiswa itu, pasti menjadi pukulan telak untuk menjatuhkan dan merosot kan wibawa dan citra Jokowi di mata Publik. Oleh karena nya,  jangan heran kalau tata kelola kekuasaan yang di topang oleh Koalisi Pendukung sejumlah nama seperti yang di sebutkan di atas, dianggap turut memudarkan nama Jokowi, karena mereka selama ini sangat dekat dan di percaya oleh kekuasaan.

Oleh sebab itu, Jokowi, mantan walikota dan Gubernur Ibu Kota itu bekerja keras seperti apa pun untuk kembali meraih tiket kembali mendapat simpati dan dukungan Rakyat, sudah semakin sulit. Karena Rakyat terlihat semakin  mederita, apalagi suara2 Rakyat semakin di remehkan. Oleh karena nya Natalius Pigai, menyaranakan agar Jokowi tidak mencalonkan diri kembali sebagai Presiden, 2019. Selama 66 Janji2 Politik 2014 belum di tunaikan nya.

Maka pantas, apa yang di lakukan Jokowi di masa kepemimpinan nya selama 3 tahun pada 20 Oktober ini sejak di lantik, se olah menggali kuburan atas nama nya sendiri di mata Publik. Jokowi harus evaluasi semua hal yang disebutkan, termasuk Kekuatan Koalisi pendukung dan aparat2 yang di percaya, termasuk isu2 yang sedang leading kuat di Masyarakat. Seperti Soal Pribumi. Jika karena itu Gubernur DKI di panggil Polisi, maka simpati akan meluas. Juga tidak menghentikan Reklamsi dan Meikarta, maka Jokowi sebagai Kepala  negara dan kepala Pemerintahan bertekuk lutut di bawah kaki para Taipan2 itu.

Mojokerto, 23 Oktober 2017

 

Muslim Arbi adalah Koordinator Gerakan Aliansi Laskar Anti Korupsi

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...