18 November 2018

Capres Rizal Ramli: Kita Pimpin Indonesia Tumbuh 9-10% ke Depan

KONFRONTASI - Ekonom senior Rizal Ramli PhD (RR) menyebut, pemerintah boleh saja berbangga diri dengan peraihan Gross Domestic Product (GDP) atau Produk Domestik Bruto yang mencapai US$1 triliun di tahun 2017.

"Hari ini kita harus bangga GDP Indonesia US$1 triliun, (tapi) GNP kita lebih rendah. Karena banyak orang asing kontribusinya kepada GDP kita. Tapi Kalau dibagi dengan 260 juta penduduk hanya sekitar US$3600 per kapita," kata Rizal Ramli (RR) , mantan Menko Ekuin/Menko Kemaritiman dalam akun facebook saat menjadi pembicara di ILC beberapa waktu lalu.

Hasil gambar untuk prabowo,rachmawati RR

Akan tetapi, lanjut mantan Menteri Koordinator Bidang Maritim ini, kalau dilihat dari gross nasional produk (GNP) Indonesia lebih rendah ketimbang dengan negara lainnya.

RR dgn istri Dubes Inggris

Rizal memaparkan, GNP Indonesia lebih rendah apabila dibandingkan dengan Malaysia, Thailand, bahkan dengan Singapura. Dengan begitu, pemerintah belum bisa berbangga diri dengan hal tersebut.

"Kita itu terendah, Malaysia US$10.000 hampir tiga kalinya, Thailand US$6.000 nyaris dua kalinya, Singapura US$53.000 nyaris 15 kalinya kita. Jadi selain besarnya GDP, one triliun dollar, yang juga lebih penting tingkat pendapatan dan kesejahteraan rakyat jangan dilupakan ini," papar dia.

Kemudian, Rizal mengkritisi terkait ramalam dari beberapa pihak yang menyatakan tahun 2030 Indonesia akan masuk dalam empat atau lima besar ekonomi di dunia. Ramalan itu diyakininya tidak akan tercapai. Sebab, metode ramalamnya kurang tepat.

Ramalan tersebut, kata dia, bukan menggunakan nominal dollar tapi purchasing power parity. Ramalan itu, kata dia, seolah-olah satu burger di Indonesia sama harganya seperti satu burger di negara lain, lalu dicari parameternya.

Hasil gambar untuk Rizal raml idan dubes AS

RR dan Dubes AS di Jakarta

Hasil gambar untuk Rizal raml idan para wanita

Menurut dia, hitungan seperti ini tidak semua setuju. "Ada 15 alasan kenapa metode purchasing power parity tidak tepat. Orang tetap mau nilai nominal karena satu burger di Indonesia dalam dolar AS berbeda dengan satu burger di negara lain termasuk dampak dan sebagainya. Nah kalau kita gunakan nominal dolar AS, saya enggak terlalu percaya kalau ramalan ini bisa dipertanggungjawabkan secara akuntansi," ujar dia.

Sementara terkait perkiraan bahwa GDP Indonesia akan naik dari US$1 triliun menjadi US$2,5 triliun di tahun 2030 dia juga kurang yakin. Sebab, faktanya ekonomi sekarang ini tumbuh hanya 5% atau stagnan.

RR dgn Atase Militer Australia

"Kalau US$1,9 triliun dengan tumbuh 6 persen itu oke. Tapi, ketika angka itu dibagi dengan 360 juta penduduk ternyata naiknya enggak jauh. Jadi, hari ini Indonesia ranking 16 di dalam GDP kalau kita tumbuh hanya 6 persen kita dan kita tetap masih nomor 16, kok kalau gunakan nominal dolar. Tapi kalau tumbuh 9 persen dengan GDP US$2,5 triliun, pertumbuhan GDP kita bisa naik ke 11%," ujar RR.

."Untuk menjadi terbesar keempat atau kelima dunia, Indonesia harus tumbuh 9-10% dalam 12 tahun ke depan." ujarnya.

Hasil gambar untuk Rizal raml idan dubes AS

Sebagai teknokrat senior berhaluan ekonomi konstitusi/Pasal 33 UUD45 dan Trisakti,  RR optimis bisa mengubah ekonomi Neoliberal dari era Sri Mulyani-Jokowi menjadi ekonomi konstitusi berkeadilan.

Sehingga kalau RR jadi presiden atau Wapres, dia bertekad dan yakin akan membuat pertumbuhan inklusif sektor ekonomi 9-11 persen per tahun sehingga mampu menggerus-mengikis tajam  kemiskinan dan ketidakadilan. ''RR sangat  kredibel dan punya kemampuan mumpuni untuk mencapai target itu,'' kata pengamat ekonomi-politik Herdi Sahrasad [jin]

Foto bawah: RR dan Anwar Ibrahim, tokoh oposisi dan Mantan Deputi PM Malaysia

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...