17 July 2019

Capek Hidup Susah, Warga Jabotabek Gerudug Rizal Ramli agar Maju Pilpres 2019

KONFRONTASI- Capek hidup susah ,warga Jabotabek gerudug rumah tokoh nasional Rizal Ramli (RR) meminta supaya maju capres 2019 untuk  mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan umum, menolong kaum miskin, melakukan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.

Di kediamannya di Jl Bangka IX Kemang, Jaksel, Rizal Ramli (RR) masih  dengan kaos oblong menemui  sekitar 250 warga yang datang dari beberapa wilayah Jabotabek itu.  RR menegaskan pihaknya siap membawa amanah warga itu untuk mewujudkan Indonesia yang adil, sejahtera, maju dan damai, tidak terombang-ambing dalam ketidakpastian ekonomi,  hukum,  dan  kemampatan demokrasi kriminal .

Kaum miskin kota dan desa itu berharap pada Rizal Ramli karena dia kerap mendengungkan ekonomi kerakyatan yang erat kaitannya dengan harga sembako yang murah dan pendidikan terjangkau. Mereka ingin sandang papan pangan terjangkau dan kehidupan ekonomi bisa lebih realistis, lebih terjangkau rakyat bawah.

Mantan Menko Perekonomian/mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli PhD adalah anak NU-Muhammadiyah karena ayah ibunya pengurus Muhammadiyah Sumatera Barat dan dia juga anggota keluarga Pesantren Tebu Ireng Gus Dur. Dan, dia  anggota Keluarga Besar Pondok Gontor  pimpinan Gontor Pusat KH. Hasan Abdullah Sahal.  Rizal Ramli adalah bagian dari keluarga Gus Dur Pesantren Tebu Ireng Jombang, sebagai  orang pergerakan yang panjang, pahit, penuh duri dan berliku sejak masa kanak sampai menjadi mahasiswa ITB,  nyantri kilat  di  Pesantren Pondok Gontor, studi ke Sophia University Tokyo dan PhD dari Boston University, AS.

Hasil gambar untuk rizal ramli ganti presiden 2019

Untuk bisa kuliah di ITB, Rizal Ramli  yang sejak kecil yatim piatu, di masa remajanya harus bekerja sebagai buruh percetakan di Jakarta guna mendapat uang untuk studi di ITB yang berhasil dia  jalani  sebagai  demonstran mahasiswa. Bahkan RR dipenjara  di Sukamiskin oleh  rezim Orde Baru kurun 1977/78 karena aksinya menentang ketidakadilan, kesenjangan tajam dan otoriterisme Orba waktu itu..

Dalam  pelbagai diskusi publik, RR menilai, program pembangunan infrastruktur pemerintahan Jokowi memang patut diapresiasi, namun pengelolaan makro ekonomi dinilai Rizal sangatlah payah. “Ekonomi bukannya meroket tapi nyungsep,” kata RR.

Saat Rizal Ramli Disambangi Ibu-ibu di Rumahnya

Rupiah terus ambruk, ekonomi merosot dan harga-harga naik. Warga Jabotabek itu umumnya mengeluh atas kenaikan harga-harga dan sulitnya pekerjaan serta mahalnya pendidikan tinggi, dan barangkali mereka tanpa sengaja sedang melahirkan embrio Revolusi Beludru (revolusi damai tanpa kekerasan untuk perubahan) ala Indonesia, seperti Revolusi Beludru di Ceko 1989. Siapa tahu?

(FF)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...