19 July 2019

Bursah Zarnubi: Prof Dawam Rahardjo adalah Cendekiawan Muslim yang Disegani

KONFRONTASI- Kandidat Bupati Lahat Sumsel Bursah Zarnubi berbelasungkawa yang dalam atas wafatnya Cendekiawan Muslim Prof M.Dawam Rahardjo yang meninggal pada malam ini sekitar pukul, 21.55 WIB. Dawam meninggal dunia di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih, Jakarta Pusat. ‘’Beliau adalah cendekiawan Muslim yang disegani, dikenal humanis, saleh dan merupakan guru bagi kaum muda di kalangan HMI, PII, Muhammadiyah,dan kalangan nasionalis. Mas Dawam dikenal kritis, pluralis dan berani meski hati-hati, beliau tergolong cendekiawan yang kreatif dan produktif, tipikal aktivis dan intelektual Muslim,’’ tutur Bursah Zarnubi, tokoh HMI Jakarta dan Kelompok Cipayung pada masanya.

Bursah mengingatkan bahwa Prof Dawam merupakan tokoh Muhammadiyah yang dikenal kritis terhadap diskriminasi terhadap kaum minoritas, termasuk pemeluk Ahmadiyah di Indonesia. ''Mas Dawam itu pluralis kritis,''ujarnya.

Dawam Rahardjo

Bursah Zarnubi yang juga  Calon Bupati Lahat mengakui bahwa Mas Dawam adalah seorang cendekiawan yang rela mendidik para mahasiswa dan anak muda untuk membangun Indonesia.

Mas Dawam, katanya, adalah sosok pemikir yang dinamis dan kaya ide. ''Dia suka olahraga lari,musik, film dan seni budaya,''kata putera Lahat Sumsel yang juga politikus kebangsaan dan kerakyatan itu.

 

Kondisi Budayawan Dawam Rahardjo, usia 75  tahun, tengah dirawat di kediamannya, Jalan Kelapa Kuning III blok F1 no 2, Perum Billymoon Pondok Kelapa Jakarta Timur. Dok. Pribadi Keluarga Dawam Rahardjo.

‘’Kita tahu Mas Dawam sangat konsisten membela prinsip-prinsip kesetaraan dan pluralisme seperti mendiang Yap Thiam Hien,’’ tutur Bursah, mantan anggota DPR-RI.

Namun akibat pembelaannya terhadap Ahmadiyah, Muhammadiyah memecat keanggotaannya secara tak langsung. Dan kata Bursah,  Mas Dawam adalah sosok yang memotivasi para  aktivis pergerakan untuk terus berkiprah di masyarakat dan Negara.’’ Kita tahu,  sebagai intelektual Muslim,  Mas Dawam juga banyak menulis buku-buku, baik tentang ekonomi maupun tentang agama Islam,’’ tutur Bursah, yang juga Aktor Pergerakan 1998.

 Dawam pernah menjadi ketua ICMI se-Indonesia, pemimpin Jurnal Ilmu dan Kebudayaan  Prisma dan Ulumul Quran, serta Ketua Tim penasehat Presiden BJ Habibie, menurut rencana dimakamkan di TMP Kalibata Jakarta. (kf)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...