16 October 2019

Bukan Hanya Soal Penerimaan, Tingginya Defisit Karena Banyak Belanja Pemerintah Tak Bisa Direm

KONFRONTASI - Banyaknya pembangunan infrastruktur yang dipaksakan membuat belanja pemerintah itu terus membengkak. Kondisi ini membuat APBN terus terbebani, sehingga membuat pemerintah pun banyak menarik utang baru untuk menutup ketidakmampuan dana APBN itu.

Namun dampaknya, defisit anggaran dalam APBN semakin membengkak. Di APBN Perubahan 2017 saja ditargetkan defisitnya mencapai 2,91 persen atau sekitar Rp 397 triliun. Sedang di tahun depan atau APBN 2018  defisitnya cuma 2,19 persen atau sekitar Rp 326 triliun. Tapi potensinya bakal lebih lebar. Makanya pemerintah pun diminta untuk mengerem belanjanya.

“Karena masalah defisit yang besar ini tidak cuma sekadar dilihatnya penerimaan pemerintah kurang tapi juga banyak belanja yang tak bisa direm. Ini menjadi masalah juga,” jelas Guru Besar Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM), Gunawan Sumodiningrat di Jakarta, ditulis Minggu (24/12).

Menurut dia, di Pemerintahan Joko Widodo ini banyak belanja yang tak bisa direm. Pemerintah banyak melakukan belanja yang dipaksakan yaitu belanja untuk infrastruktur. Jadi saat ini, pemerintah banyak membangun belanja yang tak biasa dengan belanja infratsrukturnya itu. Memang membangun infrastruktur ini sebetulnya kebijakannya itu sudah benar, tapi masalahnya itu berat dari sisi pendanaan.

“Sudah jelas membebani APBN, sehingga beralihnya ke utang. Tapi secara umum tanpa infrastruktur memang pembangunan akan melambat. Ini harus disikapi oleh masyarakat dan pengusaha besar juga. Sedang di sisi pemerintah harus kompak dan fokus juga,” kata dia.

Menurutnya, agar APBN bisa merealisasikan belanja itu, maka penerimaan dari sisi pajak harus maksimal.

“Ini yang tentu tak mudah karena pemerintah harus bisa meyakinkan para wajib pajak juga. Karena jika pemerintah tak bisa membuat keyakinan tinggi di wajib pajak, maka ketaatan bayar pajak juga melemah,” jelasnya lagi.

Untuk itu, kata dia, pemerintah juga diminta untuk bisa mengelola keuangan APBN dengan baik.  “Itu menjadi tantangan pemerintah, di saat target penerimaan juga tinggi, maka pengelolaan keuangan juga harus lebih baik lagi,” ujar Gunawan.(KONF/AKTUAL)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...