25 August 2019

Bukan Hanya Peertemuan Tanpa Makna, Prabowo: Pasca Pilpres 2019 Mendesak Dilakukan

KONFRONTASI - Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah menyatakan rekonsilisasi antara Presiden Joko Widodo atau Jokowi dengan Prabowo Subianto pasca Pilpres 2019 mendesak dilakukan untuk selesaikan masalah, bukan hanya sekedar bertemu tanpa makna.

“Sebenarnya sih kalau saya ya, pemimpin itu harus tahu apa yang terjadi secara keseluruhan dan harus saling tahu di sebelah sana mau apa, sebelah sini maunya apa gitu,” kata Fahri Hamzah kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, belum lama ini.

Inisiator Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) itu mengatakan, bila pertemuan hanya untuk menenangkan masyarakat, maka tidak akan menyelesaikan masalah. Masyarakat hanya tenang untuk sementara.

“Ini dugaannya nanti menghibur terus pidato ‘kami sebenarnya nggak ada apa-apa, ya kan rantai sepeda saya putus, tapi rantai hati saya gak putus’ ini apa begitu-begitu. Nyelesain masalah dong. Jawab semua persoalan yang membuat kita sampai pada satu titik persoalan emang semuanya harus kompromi kok,” ujarnya.

Permasalahannya sekarang menurut Fahri adalah niatan dari kedua belah pihak, baik Prabowo maupun Jokowi untuk rekonsiliasi secara total. Karena yang dibutuhkan sekarang ini adalah rekonsiliasi total, itu pun kedua belah pihak bersikap sebagai negarawan.

“Rekonsiliasi total atau benturan terus menerus tidak ada henti. Terserah kalau kita mau ngomong soal rekonsiliasi total semua uneg-uneg semua problemnya itu harus diserap oleh pemimpin diletakan diatas meja dan diselesaikan,” pungkas Anggota DPR RI dari Dapil Nusa Tenggara Barat (NTB) itu. (jft/B.Buana)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...