16 December 2017

Budi Gunawan Sudah Tercela di mata Publik, Borok dari Megawati Ini Harus Dibersihkan Jokowi !

JAKARTA- Presiden Jokowi musti batalkan Budi Gunawan (BG)  jadi Kapolri agar borok dari Megawati ini bisa diakhiri, dimusnahkan dari layar reformasi, sehingga tak menimbulkan keresahan sosial dan tekanan publik. ''Jokowi harus konsisten membentuk pemerintahan bersih dan kuat,'' kata Mohamad Nabil, direktur riset Freedom Foundation.

Para pengamat menilai BG adalah orangnya Megawati, ibaratnya borok yang harus dibersihkan sebab amat memalukan.

Pengamat Politik  Boni Hargens mengatakan, penetapan Komisaris Jenderal Budi Gunawan (BG) sebagai tersangka justru menjadi berkah bagi Presiden Joko Widodo. Menurut dia, penunjukan Budi sebagai calon tunggal Kepala Polri menunjukkan bahwa ada orang-orang di sekitar Jokowi yang ingin menjebaknya.

Para analis menilai, BG itu sebagai borok dari Megawati pimpinan PDIP yang diamini oleh Jokowi. Karena kini tersangka oleh KPK, maka borok itu harus dibersihkan secepatnya.

"Dengan begitu, publik bisa melihat dengan jelas bahwa ada bandit-bandit di sekitar Jokowi yang ingin menyesatkan Jokowi," ujar Boni melalui siaran pers, Selasa (13/1/2015).

Boni berharap, kesalahan dalam memilih calon Kapolri bisa menjadi pembelajaran Jokowi untuk bertindak lebih tegas. Jokowi, kata dia, harus berani menolak segala bentuk intervensi negatif dari orang-orang sekitarnya.

"Pelajaran ini mahal. Jokowi harus berani mengatakan "tidak" pada orang-orang kuat di sekitarnya yang memberikan masukan yang keliru," kata Boni.

Lebih jauh, Boni mengatakan, apa yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi patut diapresiasi. Menurut dia, kedua institusi tersebut menunjukkan komitmennya mendukung revolusi mental yang diusung pemerintahan Jokowi.

"Kita berharap, ke depan Jokowi tetap bergandengan tangan dengan lembaga-lembaga ini supaya bisa secara sama-sama memerangi segala bentuk banditisme dalam politik dan dalam sektor lain seperti ekonomi dan hukum," kata Boni.

KPK menetapkan Gunawan sebagai tersangka dengan dugaan terlibat transaksi mencurigakan atau tidak wajar. Ketua KPK Abraham Samad mengatakan, penyelidikan mengenai kasus yang menjerat Budi telah dilakukan sejak Juli 2014.

"Berdasarkan penyelidikan yang cukup lama akhirnya KPK menemukan pidana dan menemukan lebih dari dua alat bukti untuk meningkatkan penyelidikan menjadi penyidikan," kata Abraham.

Tags: 
Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...