20 March 2019

Berduet di Pilpres 2019: Kredibilitas dan Nasionalisme Rizal Ramli (ITB) Perkuat Peran dan Posisi Jokowi (UGM)

KONFRONTASI- Pernyataan Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) AM Hendropriyono yang mengatakan sosok tepat yang akan menjadi calon wakil presiden mendampingi Joko Widodo pada pemilihan presiden 2019 adalah begawan ekonomi Rizal Ramli, dinilai sangat  relevan dan kontekstual dengan kondisi  sosial-ekonomi dewasa ini. Pasalnya,  Rizal Ramli diyakini mampu memperbaiki kondisi perekonomian yang saat ini carut marut dan mampu memperbaiki kondisi bangsa yang melemah oleh memburuknya ekonomi akibat Neoliberalisme Sri Mulyani-Darmin Nasution -Rini Sumarno yang menyulitkan rakyat banyak..

“Selain itu kepedulian Rizal Ramli terhadap ekonomi rakyat tidak perlu diragukan lagi, dan dia juga sudah berpengalaman menjadi menteri ekonomi, antara lain menjadi Menko Perekonomian, Menkeu, Menko Kemaritiman, dan jabatan lainnya. Saat menjadi Menko di era Presiden Gus Dur, Rizal Ramli mampu memperbaiki ekonomi kita yang saat itu dililit utang dan hampir  ambruk,” kata mantan Sekretaris Politik Prof Sumitro Djojohadikusumo yakni Nehemia Lawalata dan peneliti Muhamad Nabil dari CSRC UIN  Syarif Hidayatullah Jakarta. '' Kredibilitas dan nasionalisme Rizal Ramli (ITB) akan perkuat  peran dan posisi Jokowi (UGM) kalau berduet di Pilpres 2019,'' kata  Muh Nabil.

Rizal Ramli, kata  analis Nehemia Lawalata,  sangat  perduli kaum miskin dan berjiwa nasionalis, diakui dunia internasional, disenangi anak muda, dan ahli ekonomi mumpuni dan terbukti berhasil di banyak penyembuhan dan restrukturisasi korporasi. “Dia juga mendapat dukungan mahasiswa, umat Islam, aktivis pro demokrasi, dan lainnya,”  katanya.

Menurutnya, jika Jokowi didampingi Rizal Ramli, sudah bisa dipastikan pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 6 persen ke atas. Selain itu pendapatan pajak akan meningkat meski tidak memberatkan rakyat, dunia usaha akan tumbuh, dan utang akan berkurang.  

“Sangat tepat jika Rizal Rali jadi cawapresnya Jokowi di 2019, karena Rizal Ramli petarung yang berani meski dia kehilangan jabatan,”  imbuh pengamat kebijakan publik  Zulfikar Ahmad..

Sebelumnya Hendro Priyono mengatakan, sosok tepat yang akan menjadi calon wakil presiden mendampingi Joko Widodo pada Pilpres 2019. figur tersebut harus memenuhi beberapa kriteria, antara lain nasionalis dan mendapat dukungan kalangan agama.

Selain itu, sosok cawapres tersebut juga harus berlatar belakang ekonomi dan bisnis, sehingga ba memacu perekonomian bangsa menjadi lebih baik lagi.

"Presiden dan wakil presiden yang akan datang merupakan pilihan dari rakyat yang berwawasan Nasaeb (Nasionalis, Agama, dan Ekonomi Bisnis)," kata Hendropriyono dalam acara tasyakuran PKPI di gedung Wijayakusuma, Cipayung, Jumat (29/12/2017) sepei dilansir Indonews.id.

Selain Jokowi, ada enam nama yang diprediksi bakal meramaikan Pemilu Presiden 2019. Mereka adalah mantan Ketua KPK Abraham Samad, mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Rizal Ramli (Begawan ekonomi/mantan menteri), Tuan Guru Bajang, Kapolri Jenderal Tito Carnavian, dan Gubernur DKI Anies Baswedan.Artinya mereka semua bisa jadi calon presiden atau wakil presiden. Sangat dInamis.

Demikian hasil survei dari Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (Kedai Kopi) yang disampaikan Hendri Satrio, pendiri Lembaga Survei Kedai Kopi di Jakarta, Rabu (3/1/2018).

Hendri S mengatakan bahwa nama-nama yang disebutkan bisa saja menjadi calon presiden atau calon wakil presiden, terutama untuk posisi yang akan ditinggalkan Jusuf Kalla lantaran menurut undang-undang sudah tidak bisa mencalonkan lagi. 

"Posisi cawapres Jokowi lebih ramai diperebutkan dibandingkan capres penantang atau cawapres penantang. Mungkin karena jadi Cawapres Jokowi jalannya lebih menurun menuju kemenangan bila dibandingkan posisi menantang," kata Hendri. 

Menurutnya, Rizal Ramli adalah nama lain untuk calon wapres Jokowi. Sang Rajawali Ngepret ini dianggap kandidat mumpuni untuk urusan ekonomi. Tito Karnavian yang dekat dengan Jokowi pun masuk radar. 

Nama Abraham Samad kembali diperbincangkan sebagai calon pengganti Jusuf Kalla bila Jokowi mencari pendamping dengan kriteria ahli hukum dan pejuang anti korupsi. 

Nama Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi yang saat ini menjabat sebagai Gubernur NTB dianggap berpeluang maju ke level nasional sebagai representasi Islam. Hanya saja belum tentu Partai Demokrat mendorong TGB lantaran saat ini Demokrat sibuk mendorong AHY.

Nama Gatot Nurmantyo, Anies Baswedan justru dianggap sebagai calon penantang kuat Jokowi di 2019. Nama-nama lain yang beredar pun tetap berpeluang menjadi pendamping Jokowi atau memang siap menjadi penantang Jokowi. Hanya saja keputusan siapa pendamping Jokowi ya ada pada Jokowi. Kondisi ini memang berbeda dengan 2014 saat Jokowi harus mengikuti saran partai pengusungnya untuk urusan cawapres. Saat ini dengan elektabilitas menjulang Jokowi bisa memilih wakilnya sendiri. 

Jokowi-Prabowo 

Hendri menambahkan bahwa pada 2019 fokusnya memang masih pada Jokowi dan Prabowo, tapi besar kemungkinan Prabowo akan mengambil peran berbeda yakni lebih sebagai King Maker.

"Posisi Jokowi saat ini memang masih terlalu kuat bagi penantangnya, makanya saya menggunakan istilah meramaikan 2019. Prabowo kemungkinan akan memainkan berbeda, mungkin sebagai king maker ya, beliau kan tercatat lebih sukses jadi king maker, Jokowi adalah buktinya," jelas Hensat.

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...