25 February 2020

Benarkah Duterte Muslim? Garis Keturunan Presiden Filipina Rodrigo Duterte Menunjukkan Neneknya juga Muslim

Presiden Rodrigo Duterte saat menyampaikan keterangan pers seusai kunjungannya ke Israel dan Yordandia di Bandara Internasional Davao, Filipina, 8 September lalu. | REUTERS/Lean Daval Jr.

 

KONFRONTASI -  Sosok Presiden Filipina Rodrigo Duterte terkenal dengan berbagai komentar kontroversialnya. Dia pun kerap bertengkar dengan keuskupan gereja Katolik di negara tersebut.

Pemeluk Katolik di Filipina merupakan mayoritas di negara itu. Adapun Muslim di sana sebagai minoritas yang selama pemerintahan sebelumnya mengalami diskriminasi.


Komentar terbaru Duterte bahwa dia Muslim pun menguak berbagai fakta tentang sosok presiden itu. Berbagai pihak juga mempertanyakan agama yang dianut Duterte.

Faktanya, nenek Duterte adalah seorang Muslim. Jadi tidak mustahil jika Duterte juga memang memeluk Islam, meski hal itu juga tetap menjadi isu kontroversial di sana.

Presiden Islamic Center Dar Al-Zikra Omar Betita pernah menyeru Presiden Duterte agar memimpin Thailand dengan nilai-nilai Islam. Hal itu diungkapkan Betita pada saat ceramah Idul Fitri tahun lalu.

IFrame
“Dia memimpin negara itu dengan baik. Dia tidak mendiskriminasikan Muslim dan non-Muslim. Dia tidak menolak Muslim dari berbagai proyek dan sumber daya pemerintah,” ujar Omar, dilansir Sunstar.com.

Kelompok Muslim Dar Al-Zikra berbasis di Barangay Mansilingan. Pernyataan Omar ini jelas menunjukkan isyarat bahwa Duterte memang memiliki keberpihakan lebih besar pada komunitas Muslim di Filipina dibandingkan presiden-presiden sebelumnya.

Duterte menyatakan bahwa dia bukan Katolik saat menyambut disahkannya Undang-undang Organik Bangsamoro (BOL). Dia juga mengkritik para pendeta Katolik di Filipina. “Ada bagian saya yang sebenarnya Islam. Itulah mengapa terjadi apa antara saya dan para pendeta gila itu, saya bukan Katholik. Saya Islam. Itu benar,” ucap Duterte di hadapan kalangan Muslim.

“Tuhan pasti baik pada kita. Faktanya bahwa kita telah mencapai titik ini setelah bertahun-tahun negosiasi dan interupsi. Kita di sini. Insyaallah. Tuhan Maha Besar. Allahu Akbar,” papar Duterte.


Pernyataan Duterte itu muncul sehari setelah istana kepresidenan Malacanang menyatakan para pemimpin Gereja Katolik jangan mencampuri tentang cara presiden mengelola pemerintahan.

Juru bicara Duterte, Salvador Panelo menyatakan sikap presiden terhadap para pendeta Katholik dan keuskupan di negara itu tak perlu membuat khawatir karena eksistensi lama gereja.(Jft/Akurat)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...