22 May 2018

Award untuk Sri Mulyani Branding Demi Kepentingan Nyapres?

KONFRONTASI-Kontroversi mencuat terkait penghargaan yang diberikan Ernst and Young (E&Y) pada menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati (SMI). Banyak pihak menilai SMI tak pantas menerima penghargaan tersebut lantaran kinerjanya tak memuaskan.

Peneliti Independen Reinhard M.Sc melihat E&Y bukan perusahaan yang punya kompetensi dalam memberikan penilaian tentang kemiskinan, income gap, korupsi.

"Contoh, tentang korupsi bidang penilaiannya Lembaga Transparansi. Perusahaan E&Y merupakan 1 dari big four KAP-Kantor Akuntan Publik yang banyak cari kerja di Indonesia.Semua orang tahu yg dikerjakan oleh Auditor Keuangan. Mungkin E&Y hanya melihat lingkungan Kementerian Keuangan yg "take home pay-nya" masuk kategory "Wahhh!" dibanding PNS lainnya," ungkap Reinhard dalam pernyataannya pada redaksi.

Menurutnya, jika dilakukan survei perbandingan income PNS lintas Kementerian. Pastilah Kementerian Keuangan menduduki level income tertinggi. Mungkin cuma kalah tinggi dengan Pemda DKI. Perbedaan pendapatan inilah, kata Reinhard, yang menjadi salah satu pemicu terjadinya korupsi di lingkungan PNS.

Selain itu, kata dia, E&Y punya "conflict of interest", untuk menjadi pemenang dari 3 KAP besar lainnya di Indonesia (PWC, DL ataupun KPMG).

"Panitia dari E&Y ini teman SMI sendiri saat kuliah. Pencitraan model gini biasa di lingkungan finance community untuk pencitraan dll," paparnya.

SMI, kata dia,memang tak melakukan ijon pajak seperti yang diduga dilakukan Hadi Purnomo. Tapi SMI melakukan ijon PNBP dan ijon utang.

"Ini sama busuknya.
Kenapa harus ijon PNBP dan ijon utang? Karena APBN sudah didominasi oleh utang, tak hanya defisit, APBN kita sudah dalam posisi defisit keseimbangan primer. Berutang baru untuk bayar bunga utang lama ," kata Reinhard lebih lanjut.

Model-model pencitraan award E&Y ini, lanjut dia, biasanya sebuah password agar kita gampang pinjam ke IMF maupun Bank Dunia, "SMI juga kemungkinan juga mau nyapres, sehingga dia butuh lah buat branding," demikian Reinhard.

 

Category: 
Loading...