25 August 2019

Antuasiasme ke Prabowo-Sandi di GBK Jakarta Tunjukkan Rakyat, Tokoh Lintas Agama dan Ulama Rindukan Perubahan, Prabowo Menang dan Jokowi Tumbang

KONFRONTASI- Sekali lagi, kampanye Prabowo-Sandi di GBK Senayan Jakarta menunjukkan tokoh lintas agama, rakyat dan ulama ingin perubahan, Prabowo menang dan Jokowi tumbang, ditinggalkan. Masyarakat dengan rela iuran uang untuk membantu biaya kampanye Prabowo, padahal mereka sudah datang ke GBK Senayan dengan biaya sendiri, menghadapi segala kesulitan, tekanan dan intimidasi. Mereka menaruh harapan pada Prabowo dan meninggalkan Jokowi yang tidak kompeten, plonga-plongo dan tidak becus karena memang tidak punya kemampuan, pikiran/gagasan dan kapabilitas.

Demikian pandangan peneliti /dosen senior Universitas Paramadina Dr Herdi Sahrasad dan tokoh Persatuan Alumni GMNI dari Indonesia Timur Nehemia Lawalata atas Debat Capres Minggu (7/4)

Herdi dan Lawalata menegaskan, status quo bakal tumbang dan digantikan perubahan yang membersitkan harapan sebab kepemimpinan Prabowo-Sandi  melambangkan harapan sehingga raklyat bergairah,  semangat menyongsong masa depan, bukan sepert di era Jokowi rakyat makin susah, empet dan melarat.

Selama ini, kata Herdi dan Lawalata, kegagalan ekonomi Jokowi sangat  merusak kehidupan rakyat yang makin menderita. Dan kebijakan Jokowi yang ada sekarang cuma menyusahkan para petani, nelayan, wong cilik, rakyat kecil dan jadi penghambat cita-cita kedaulatan serta swasembada pangan. Impor pangan gila-gilaan dan rupiah terus melemah, daya beli rakyat ambruk dan ekonomi kian terpuruk.

Prabowo di GBK Senayan berkata:“Korupsi banyak di negeri ini. Wartawan asing tanya saya, saya bilang stadium 4. Parah,,, parah. Saya tanya rakyat Indonesia, sudah parah atau belum? Dijawab pendukung paraaaaah”.

“Korupsi ini,, air bersih, republik apa yang tidak bisa kasih air bersih kepada rakyat, rakyat kita banyak yang kelaparan, republik apa, ada orang yang gantung diri gara- gara kelaparan,,,, “.

Prabowo bercerita bertemu wartawan asing lainnya. “Warytawan asing tanya lagi. Kan Pak Prabowo sudah mapan, saya jawab: Saya muak. Ini bukan republiknya Bung Karno, ini bukan republiknya Bung Hatta,  ini republik yang sudah dirampok dari rakyat Indonesia. Banyak pejabat , begitu dia berkuasa, dia jadi raja. Dia tidak sadar dia hebat karena rakyat, saya jadi Letnan Jenderal, karena rakyat. Rakyat yang kirim saya, bukan Prabowo yang hebat”.

Prabowo di GBK Senayan berkata “Hai rakyat yang ada di Senayan, kau mau kacung, kau takut diancam- ancam, dijawab tidaaakkk”. “Rakyat kita tidak bodoh lagi, membangun infrasturktur tapi harganya dilipatgandakan,” sindirnya lagi.

“Untuk perusahaan- perusahaan negara kita (BUMN), Insya Allah. Koalisi Indonesia Adil Makmur, kita akan panggil koruptor- koruptor itu, bertobatlah, kembalikanlah uang dikorupsi, kita tingalkan berapa buat dia korupsi? “Janga dikasih” kata pendukung.

‘’Semua itu menunjukkan tokoh lintas agama, rakyat dan ulama inginkan perubahan, Prabowo menang dan Jokowi tumbang, ditinggalkan. Arus perubahan dipimpin Prabowo tak terbendung lagi dan segala kecurangan hanya akan mendorong perlawanan para tokoh lintas agama, ulama dan rakyat serentak sebagai suatu people power. Para elite politik harus menyadari bahwa perubahan dan kemenangan Prabowo tak terbendung lagi, dan jangan sampai pilpres dicurangi karena bakal memicu people power dan pasti  berakibat memecah belah rakyat, amat rentan-riskan dan berbahaya bagi keutuhan bangsa. Kalau pilpres jurdil, niscaya Prabowo menang,’’ kata Herdi dan Nehemia Lawalata (sumber2/kf).

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...