23 February 2020

Antek-antek Pengusaha Hitam Pasti Tak Suka dengan Sepak Terjang Rizal Ramli

KONFRONTASI -  Ada tiga faktor yang membuat investor tak mau berinvestasi di Indonesia.

Pertama, karena penegakan hukum tidak jalan. Kedua, karena kebijakan di Indonesia sering berubah karena para pengambil kebijakan ditekan oleh elit politik dan elit pengusaha. Ketiga, aturan main di setiap sektor serba tidak jelas, karena kuatnya para mafia dalam menyabot dan melumpuhkan setiap kebijakan di sektor riil.

Demikian disampaikan Ketua Komite Nasional Relawan Indonesia, S. Indro Tjahjono, Kamis (10/9).

Indro pun menegaskan bahwa pernyataan Ketua Tim Ahli Wakil Presiden Jusuf Kalla, Sofjan Wanandi, yang menyebutkan bahwa kegaduhan politik bisa menyebabkan investor tak mau berinvestasi merpakan pola pikir yang keliru alias sesat pikir.  Apalagi bila kegaduhan itu ditujukan kepada Menteri Rizal Ramli terkait dengan proyek pembankit listrik 35 ribu megawatt.

Justru, lanjut Indro, dengan kehadiran Menteri Koordinator Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli, sebagaimana juga kehadiran Menteri Susi Pudjiastuti dan Budi Waseso, memberi harapan besar bagi investor, termasuk pengusaha bersih atau putih yang mau menggiatkan usahanya. Gebrakan orang-orang ini juga juga sangat diharapkan masyarakat.

"Kalau ada yang benci mereka, maka kelompok yang membenci mereka itu berasal dari pengusaha hitam. Pengusaha hitam ini, memang sudah terbiasa melakukan bisnis di ruang hampa tanpa peraturan perundangan. Para pengusaha hitam tersebut sekarang mencak-mencak, kita harus tanyakan pada mereka. Maunya apa? Mereka harus mengerti agenda perubahan yang diusung oleh Jokowi yang pro-rakyat," kata Indro.

Kelompok pengusaha hitam ini, tegas Indro, seharusnya memahami tekad Presiden Joko Widodo untuk membangun pemerintah bersih yang terdiri dari partisipasi, transparansi dan akuntabilitas publik.

"Kalau para mafia tersebut masih bekerja sembunyi-sembunyi, tidak mau bertanggungjawab apalagi melawan hukum, jangan marah-marah dong kalau digeledah ruang kerjanya," ujar Indro, sambil mengatakan gebrakan Susi Pujiastuti, Rizal Ramli dan Budi Waseso itu sudah sesuai dengan visi dan misi presiden.

"Kalau mereka (pengusaha) itu tidak salah, tertib bayar pajak, tidak terlibat pencucian uang, tidak korupsi, tidak terlibat kongkalikong dan tidak melakukan penyelundupan, seharusnya tidak kalap dan mencak-mencak. Hal itu akan semakin menunjukkan kekerdilan mereka, semata-mata karena tidak siap melakukan bisnis sesuai dengan aturan hukum," demikian Indro.  (Juft/Rmol)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...