25 August 2019

Andai Trump' Nyantri di Pesantren Dia Terpukau dengan 'Islam'

KONFRONTASI - 

"PEMBELAJARAN agama yang benar, berdasarkan nash-nash (dalil) yang benar dan pemahaman maksud (maqasid) yang benar, pasti akan mengantarkan manusia pada kesimpulan yang tak akan bertentangan dengan prinsip-prinsip kehidupan yang dibangun atas dasar upaya pengejawantahan kemaslahatan umum kemanusiaan dan kebenaran-kebenaran universal yang diwariskan sampai saat ini." Demikian dawuh guru saya al-'Allaamah Syekh Abdullah Mahfudh bin Bayyah yang sikap, kata-kata dan pola hubungan hidupnya sejuk, damai dan santun.

Sikap dan kata kasar yang saat ini marak dijadikan kebiasaan serta dianggap sebagai wajah keberanian sesungguhnya adalah potret kegagalan pembelajaran nilai-nilai agama. Pertentangan antara pemahaman ajaran agama dengan kemajuan atau dinamika hidup pun bisa jadi merupakan potret kegagalan pembelajaran agama. Kalau agama itu ada untuk membimbing kehidupan manusia, maka pemahaman agama harus aktif dan dinamis, tidak rigid dan statis.

Sekarang waktunya kita melihat secara jujur tentang wajah Islam yang ditampilkan dalam keseharian kita, di media massa ataupun di tempat lainnya. Tak perlu gusar dengan ungkapan Donald Trump yang sinis tentang Islam dan muslimin yang, menurutnya, kasar tanpa senyum. Orang yang sedang mencalonkan diri menjadi presiden USA itu hanya salah menyimpulkan yang menggeneralisasikan (faulty generalization) wajah Islam hanya dari berita islam dan wajah muslim yang tampil di TV Amerika.

Sepertinya, Donald Trump perlu masuk ke pondok -pondok pesantren di Indonesia, di mana senyum dan tawa tulus setiap saat mengembang, agar Trump juga sadar bahwa senyum dan tawa dirinya tidaklah setulus senyum dan tawa mereka karena miliknya masih bermotif selain motif cinta, tulus dan persahabatan.

Saatnya kita meneladani senyum dan tawa Rasulullah. Saatnya kita mengubah cara kita memandang dan tersenyum; pandanglah orang lain dengan pandangan damai bersahabat, tersenyumlah dengan senyum tulus dengan niat tebarkan rahmat. Islamkan gaya hidup kita, maka dunia akan terpukau dengan Islam kita. Salam.(Juft/Inilah)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...