20 November 2018

Ampun Pak Presiden, Tolong Batalkan Kenaikan Tarif Listrik Pak!

KONFRONTASI - 

Dalam beberapa hari ini warga terkejut membayar listrik. Rekening listrik yang harus dibayar membengkak, karena tarifnya naik gila-gilaan. Apalagi minim sosialiasi dari PLN.

“Saya 900 VA. Biasanya per bulan itu antara Rp130 atau   Rp150 ribu, sekarang menjadi Rp260 ribu. Edan, gila nih naiknya. Kalau terus naik, saya menderita juga semain miskin. Ampuun pak Jokowi, jangan naik lagi, dan tolong kenaikan dibatalkan,” teriak Aspura warga Depok.

Aspura menceritakan banyak tetangganya marah-marah karena harus membayar listrik hampir Rp300 ribu, dari biasanya Rp200 ribuan. “Mereka marah kok naiknya selangit, padahal pendapatan mereka setiap bulan tidak naik, sementara harga kebutuhan pokok terus naik. Belum lagi biaya anak-anak untuk sekolah,” kata Aspura.

Hal sama disampaikan Norman, menurutnya, kenaikan tarif listrik itu semakin menunjukkan kalau pemerintah tidak pernah memikirkan dan berpihak kepada rakyat kecil.

“Kenaikan itu akan semakin membuat kami yang berpenghasilan pas-pasan semakin miskin. Kami harus membayar biaya sekolah anak, beli gas yang juga ikut naik, dan biaya keperluan penting lainnya. Tolong Pak Jokowi batalkan kenaikan tarif listrik, kasihani kami rakyat miskin,” kata Norman, warga Kalimalang, Jakarta Timur.

Ahmad juga mengeluh. Warga Jatiwaringin, Bekasi ini mengaku rumahnya menggunakan daya listrik 900 . “Saya kaget naik 50 persen. Biasanya per bulan saya bayar listrik cuma Rp210.000. Tapi pas kemarin bayar, tanggal 20 April 2017 kok jadi Rp310.000. nah Mei nanti naik lagi, pasti lebih besar, ampuun deh...” ungkap Ahmad.

Aspura, Norman dan Ahmad merasa kecewa dengan pihak PLN, karena kenaikan tarif listrik minim sosialisasi dan publikasi. Terlebih, menurut mereka pelayanan yang diberikan BUMN tersebut sangat buruk. Hal tersebut dibuktikan dengan seringnya mati lampu.

“Apalagi jika membutuhkan bantuan PLN datang ke rumah,  karena ada gangguan datangnya sangat lama. Apalagi kalau mati lampu bisa berjam-jam, paling cepat 3 jam hidup. Pokoknya pelayanan PLN sangat buruk. (Juft/Hanter)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...