21 September 2019

Amien Rais dan Buya Syafii Kompak Sebut Aset Indonesia Mayoritas Dikuasai Asing

KONFRONTASI-Pernyataan Mantan Ketua MPR, M Amien Rais, terkait sertifikasi tanah sempat membuat geger. Kendati demikian, pihak Amien mengklaim pernyataan tersebut bukan tanpa data.

Amien Rais menyatakan, pengibulan terkait data yang telah dimiliknya bahwa sebanyak 74 persen tanah dikuasai oleh asing.

Karena kegelisahannya itu, kemudian dinyatakan oleh dia terkait dengan bagi-bagi sertifikat yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai pengibulan saja.

Amien Rais mengatakan, upaya untuk membagi-bagikan sertifikat kepada masyarakat disebut sebagai pengibulan.

"Ini pengibulan, waspada bagi-bagi sertifikat, bagi tanah sekian hektar, tetapi ketika 74 persen negeri ini dimiliki kelompok tertentu seolah dibiarkan. Ini apa-apaan?" kata Amien.

Amien Rais tenang saja dihujat banyak kalangan karena yang membela dia juga tidak sedikit.

Uniknya, apa yang disampaikan Amien Rais dan kemudian membuat heboh itu memang semakin sengit bahkan Pemuda Muhammadiyah telah menyiapkan panggung terbuka untuk debat antara Amien Rais dan Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, yang menyerang Amien Rais.

Sebenarnya, masalah pengibulan seperti telah disampaikan Amien Rais itu telah pernah diungkap oleh tokoh lainnya.

Bahkan, tokoh tersebut dianggap sebagai pihak yang selama ini dianggap tidak berseberangan dengan Jokowi.

Tokoh yang juga pernah menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah itu adalah M Syafii Maarif.

Tidak kalah kritis, apa yang disampaikan Syafii Maarif memang tidak sampai memicu keguncangan seperti ketika Amien Rais mengungkapkan fakta tersebut.

"Masih banyak terjadi perampokan, penipuan, klithih juga masih ada. Saya harap Kabupaten Sleman bisa meningkatkan keamanannya," katanya dalam liputan yang dilakukan oleh Antara, 5 Juli 2017, saat menerima silaturahim Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Sleman di Nogotirto, Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Syafii juga berharap, Kabupaten Sleman bisa mengurangi angka kemiskinan, sehingga bisa menjadi contoh di tingkat nasional dalam upaya pengentasan kemiskinan.

Syafii Maarif, dalam kesempatan itu, mengaku, prihatin karena keadaan ekonomi di Indonesia yang sebagian besar asetnya dikuasai oleh asing.

Syafii Maarif punya rincian lebih meyakinkan tentang fenomena tanah yang dikuasai oleh pihak asing tersebut.

Bahkan, dalam data yang dimiliki oleh Syafii Maarif, 250 juta jiwa rakyat Indonesia hanya memiliki sekitar 7 persen saja lahan di seluruh Indonesia.

"Yang cukup mengharukan adalah sekitar 80 persen tanah kita ternyata dikuasai oleh asing, 13 persen dikuasai konglomerat, sisanya tujuh persen dibagi untuk 250 juta jiwa," katanya.

Syafii Maarif menyampaikan hal tersebut secara tertulis di hadapan Forkompimda yang dipimpin langsung Bupati Sleman Sri Purnomo.

Dalam kesempatan itu, Syafii berharap Kabupaten Sleman bisa meningkatkan ketenteraman dan keamanan di wilayah Kabupaten Sleman.

"Kabupaten Sleman juga harus mampu menjadi contoh nasional sebagai kabupaten yang mampu mengendalikan ketertiban dan keamanan di wilayahnya," katanya.[mr/tribun]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...