26 June 2019

Aktivis Malari 1974: Rakyat Butuh Kepemimpinan Nasional Baru 2019

KONFRONTASI   -  Tokoh Malari dr Hariman Siregar melihat  rakyat sangat kecewa pada Jokowi, kekuasaan Jokowi sangat rapuh, beban utang sudah melampaui batas untuk ditanggung rakyat, janji kemandirian ekonomi hanya omong kosong, daya beli rakyat terus memburuk , sumber daya alam dijual ke asing/aseng dan kelas menengah jatuh ke bawah akibat salah urus dan buruknya kepemimpinan, buruknya rule of law, lemahnya civil society, meluasnya ekonomi-politik transaksional,  meluasnya korupsi politik yang struktural dan terpuruknya ekonomi, menjauhnya umat Islam dari istana presiden  karena  kasat mata membela Ahok/penista agama dan janji-janji kosong.

Masyarakat, menurut Hariman di pelbagai diskusi, menyesalkan ketidakmandirian ekonomi, represi kepada golongan Islam, pembelaan atas Ahok penista agama dan seterusnya membuat civil society sangat kecewa pada Jokowi sehingga seluruh relawan sejatinya  nyaris kabur semua.  Hal itu disampaikan Hariman Siregar, mantan Ketua Umum Dewan Mahasiswa UI, dalam pelbagai diskusi di pelbagai tempat, sebagai refleksi bagi pemerintah dan masyarakat warga  atas situasi-kondisi kini..

Hasil gambar untuk salim hutadjulu

 Laporan media/medsos pun menyebut, mungkin yang tersisa, kata aktivis Prodem, tinggal  relawan bergaji, bayaran karena ada posisi di BUMN/BUMD dan lembaga pemerintahan..

Oleh sebab itu, Rakyat Indonesia tidak akan memilih Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019 karena ingin perubahan dan pemimpin yang berpihak kepada rakyat. “Rakyat tidak akan memilih Jokowi karena kebijakan merugikan masyarakat kecil seperti menaikkan BBM, utang menumpuk,” kata aktivis Malari 1974 Salim Hutadjulu kepada suaranasional, Selasa (3/4).

Hasil gambar untuk salim hutadjulu


Kata Salim, selama kepemimpinan Jokowi, rakyat banyak yang jadi korban. “Harga kebutuhan pokok naik efek dari kenaikan harga BBM,” ungkapnya. Salim mengatakan, korban pelanggaran HAM pun tidak akan memilih Jokowi.

 

“Kasus pelanggaran HAM yang dijanjikan untuk diselesaikan tidak diselesaikan seperti kasus Munir,” papar Salim. Tahanan politik era Presiden Soeharto ini mengatakan, rakyat akan menghukum Jokowi di Pilpres 2019. “Hukumannya tidak akan dipilih lagi. Makanya saat ini ada penggiringan opini, Jokowi akan terpilih lagi, faktanya banyak yang tidak memilih Jokowi,” pungkas Salim..(KONF/SUARANASIONAL)

Rakyat Indonesia tidak akan memilih Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019 karena ingin perubahan dan pemimpin yang berpihak kepada rakyat. “Rakyat tidak akan memilih Jokowi karena kebijakan merugikan masyarakat kecil seperti menaikkan BBM, utang menumpuk,” kata aktivis Malari 1974 Salim Hutadjulu kepada suaranasional, Selasa (3/4).

Anda Telah Menyalin Artikel Tanpa Izin, Jika Ingin Menyalin, Tuliskan Link Hidup ini di situs anda atau akan kami tindak! https://suaranasional.com/2018/04/04/aktivis-malari-1974-rakyat-butuh-kepemimpinan-nasional-baru-2019/ .

 

Rakyat Indonesia tidak akan memilih Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019 karena ingin perubahan dan pemimpin yang berpihak kepada rakyat. “Rakyat tidak akan memilih Jokowi karena kebijakan merugikan masyarakat kecil seperti menaikkan BBM, utang menumpuk,” kata aktivis Malari 1974 Salim Hutadjulu kepada suaranasional, Selasa (3/4).

Anda Telah Menyalin Artikel Tanpa Izin, Jika Ingin Menyalin, Tuliskan Link Hidup ini di situs anda atau akan kami tindak! https://suaranasional.com/2018/04/04/aktivis-malari-1974-rakyat-butuh-kepemimpinan-nasional-baru-2019/ .

 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...