22 May 2018

Aktivis Mahasiswa 77/78 Kampanye Gerakan Anti Politik Uang Di Pilkada, Pemilu dan Pilpres

KONFRONTASI -  Masyarakat nampak antusias membubuhkan tandatangan di atas kain putih bertuliskan 'Tolak Politik Uang'.
Berita Terkait
Kejaksaan Tangkap Buronan Warga Jerman Dan Istrinya
Gubernur Jambi Diduga Kumpulkan Fee Proyek
Korupsi Oleh Nindya Karya Dan Tuah Sejati Rugikan Negara Rp 313 Miliar
Kain putih sepanjang 20 meter itu dibentangkan sejumlah aktivis 77/78 saat kegiatan Car Free Day (CFD) di kawasan Thamrin, Jakarta, Minggu (15/4) pagi.

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk keprihatinan dan rasa tanggung jawab aktivis 77/78 terhadap keselamatan dan masa depan bangsa dan negara atas ancaman nyata politik uang.

"Tidak kurang 300 bupati dan walikota serta puluhan gubernur ditahan KPK karena menerima dan memberi suap. Begitu pula, anggota parlemen (DPR, DPRD) di seluruh Indonesia," demikian pernyataan tertulis aktivis 77/78 kepada redaksi.

Para aktivis 77/78 yang pernah berjuang di masa menjadi mahasiswa di berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta tahun 1977 untuk mewujudkan demokrasi dan pemerintahan yang bersih (clean government), sangat prihatin melihat Indonesia saat ini. Menurut mereka politik uang dalam pemilihan kepala daerah dan pemilihan presiden-wakil pesiden telah menjadi masalah besar dalam kehidupan demokrasi di Indonesia.

Gerakan anti politik uang diluncurkan para aktivis mahasiswa 77/78 dari Jakarta dan Bandung. Selain petisi, peluncuran dilakukan dengan melepas 500 balon ke udara. Petisi gerakan anti politik uang ini dipimpin Soekotjo Soeparto, Lukman Hakim, Musni Umar, Jimmy Siahaan, Evert Matulessy,  Krishnan Moelyono, Sismulyanda dan Henny Andreas. Adapun dari dari Bandung hadir Haerul, Alben, Roel Sandre, Elyan H, dan Pepen.

Turut hadir dan berorasi para mahasiswa Universitas Ibnu Chaldun Jakarta.

Rencananya kain putih yang penuh ditandatangani masyarakat dengan permintaan supaya koruptor dihukum mati tersebut akan diserahkan ke KPK.(KONF/RMOL)

KONFRONTASI -  Masyarakat nampak antusias membubuhkan tandatangan di atas kain putih bertuliskan 'Tolak Politik Uang'.
Berita Terkait
Kejaksaan Tangkap Buronan Warga Jerman Dan Istrinya
Gubernur Jambi Diduga Kumpulkan Fee Proyek
Korupsi Oleh Nindya Karya Dan Tuah Sejati Rugikan Negara Rp 313 Miliar
Kain putih sepanjang 20 meter itu dibentangkan sejumlah aktivis 77/78 saat kegiatan Car Free Day (CFD) di kawasan Thamrin, Jakarta, Minggu (15/4) pagi.

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk keprihatinan dan rasa tanggung jawab aktivis 77/78 terhadap keselamatan dan masa depan bangsa dan negara atas ancaman nyata politik uang.

"Tidak kurang 300 bupati dan walikota serta puluhan gubernur ditahan KPK karena menerima dan memberi suap. Begitu pula, anggota parlemen (DPR, DPRD) di seluruh Indonesia," demikian pernyataan tertulis aktivis 77/78 kepada redaksi.

Para aktivis 77/78 yang pernah berjuang di masa menjadi mahasiswa di berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta tahun 1977 untuk mewujudkan demokrasi dan pemerintahan yang bersih (clean government), sangat prihatin melihat Indonesia saat ini. Menurut mereka politik uang dalam pemilihan kepala daerah dan pemilihan presiden-wakil pesiden telah menjadi masalah besar dalam kehidupan demokrasi di Indonesia.

Gerakan anti politik uang diluncurkan para aktivis mahasiswa 77/78 dari Jakarta dan Bandung. Selain petisi, peluncuran dilakukan dengan melepas 500 balon ke udara. Petisi gerakan anti politik uang ini dipimpin Soekotjo Soeparto, Lukman Hakim, Musni Umar, Jimmy Siahaan, Evert Matulessy,  Krishnan Moelyono, Sismulyanda dan Henny Andreas. Adapun dari dari Bandung hadir Haerul, Alben, Roel Sandre, Elyan H, dan Pepen.

Turut hadir dan berorasi para mahasiswa Universitas Ibnu Chaldun Jakarta.

Rencananya kain putih yang penuh ditandatangani masyarakat dengan permintaan supaya koruptor dihukum mati tersebut akan diserahkan ke KPK.(KONF/RMOL)

Category: 
Loading...