21 February 2020

Aksi Relawan Rizal Ramli Makin Marak, Dorong Rizal Maju ke Pilgub DKI

Aksi bernuansa politik oleh relawan Rizal Ramli, "Koalisi Perbaiki Jakarta Tanpa Air Mata (Kopaja)" lolos dari teguran Satpol PP di car free day, Jakarta, Minggu (21/8/2016).

 

Relawan yang menyosialisasikan Rizal sebagai calon gubernur DKI Jakarta bebas melenggang membentangkan spanduk memperkenalkan Rizal sebagai pemimpin Jakarta.

Pantauan Kompas.com, aksi mulai dilakukan sejak pukul 08.30 WIB. Mereka membentangkan dua spanduk di depan Bundaran Hotel Indonesia. Mereka juga membagikan pin kepada masyarakat yang melintas.

Sekitar pukul 09.00 WIB, relawan yang berjumlah 10 orang berkeliling di Bundaran Hotel Indonesia. Dengan menggunakan pengeras suara, mereka meneriakkan Rizal sebagai pemimpin Jakarta.

Hingga saat ini pukul 09.30 WIB, aksi ini belum ditegur. Koordinator Kopaja, Yonpi Saputra, membantah bila aksinya dikategorikan sebagai politik. Menurut Yonpi, ia hanya menyosialisasikan sosok Rizal ke warga Jakarta.

"Kami mohon maaf, kedatangan kami di sini bukan kampanyekan Rizal Ramli atau bagian dari politik, kami hanya sosialisasikan dan kenalkan Pak Rizal," kata Yanto.

Menurut dia, kegiatan ini bisa dikategorikan politik bila Rizal memang sudah resmi maju sebagai calon gubernur DKI Jakarta. Saat ini, katanya, Rizal belum mendeklarasikan diri untuk ikut serta dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.

Sikap ini jelas berbeda seperti yang dialami oleh Relawan Risma, "Jaklovers". Dalam menggelar aksi yang mendorong pencalonan Tri Rismaharini untuk Pilkada DKI Jakarta 2017, sekelompok relawan Risma yang tergabung dalam "Jaklovers" berpindah lokasi dari Bundaran Hotel Indonesia ke Silang Barat Monas.

Sebab, mereka dilarang menggelar kegiatan politik di lokasi car free day di Bundaran HI.

Adapun kegiatan car free day diatur dalam Peraturan Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Nomor 2 Tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara. Dalam perda itu disebutkan, pelaksanaan car free day digelar untuk pemulihan mutu udara.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama melarang kegiatan politik dilaksanakan di area CFD. (Baca: Kapolda: Jangan sampai Ada Kegiatan Politik, Demonstrasi, Saat CFD)

Tanggapan Satpol PP

Sementara itu, Kepala Satpol PP Pemprov DKI Jakarta Jupan Royter mengungkapkan, pihaknya memantau aksi relawan Rizal di car free day.

Jupan tak mau disebut tidak melakukan tindakan pada aksi relawan Rizal. Menurut dia, Satpol PP melakukan aksi persuasif terkait aksi relawan Rizal.

"Mereka lihat situasi. Itu juga ada yang memantau. Saya sampaikan anggota saya jangan sampai terpancing," kata Jupan.

Di sisi lain, ia menyayangkan tindakan masyarakat. Pasalnya, mereka masih melakukan aksi yang dilarang. Salah satunya kegiatan politik di car free day. Relawan "Koalisi Perbaiki Jakarta Tanpa Air Mata (KOPAJA)" melakukan aksi sosialisasi Rizal Ramli sebagai calon gubernur DKI Jakarta di area "Car Free Day", Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (21/8/2016).

 

 

Aksi itu dilakukan dengan membentangkan dua spanduk dan membagi-bagikan pin kepada masyarakat. Koordinator KOPAJA, Yonpi Saputra mengungkapkan Rizal Ramli sebagai salah satu alternatif kandidat pemimpin Jakarta. Rizal dinilai mampu melawan petahana Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

"Kami yakin dia mampu pimpin Jakarta lebih baik dan benar," kata Yonpi di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu.

Rizal dianggap tegas dan lugas untuk membuat kebijakan dalam roda pemerintahan di Jakarta. Rizal juga dianggap lebih baik dari calon alternatif lain untuk melawan dominasi Ahok.

Sementara itu, Yanto (58), salah satu warga DKI Jakarta, mengaku tak begitu mengenal sosok Rizal Ramli. Bahkan, ia tak mengenal Rizal Ramli pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI.

"Saya tahunya dia aktivis di zaman Pak Harto," sambung Yanto.

Kendati baru mengetahui Rizal, Yanto tak mempermasalahkan bila mantan Menko Maritim ingin maju dalam Pilkada DKI Jakarta 2017. Baginya, setiap individu memiliki hak politik masing-masing.

"Banyak calon makin ramai, artinya demokrasi berkembang. Jadi atau tidaknya, masyarakat yang tentukan," tegas Yanto.

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...