23 October 2019

Airlangga Terlalu Lemah, Bakal Disetir dan Dikendalikan kubu Jusuf Kalla di Golkar. Jokowi dalam Bahaya, kata analis

KONFRONTASI-  Airlangga Hartarto bukan tipikal fighter, bukan petarung politik dan   terlalu lemah untuk pimpin Partai Golkar dan dia tidak akan bisa mencegah kendali  Jusuf Kalla, tak akan mampu menghadapi intervensi Jusuf  Kalla  di Golkar. Situasi kondisi ini akan menyulitkan Presiden Jokowi ke depan. Demikian pandangan para analis politik Selasa (28/11) mengomentari kemungkinan istana Jokowi merestui Airlangga jadi Ketum DPP Partai Golkar.

‘’Tujuan Jokowi untuk mengakomodasi Golkar dan mengontrol Beringin agar tidak liar, sangat sulit kalau Airlangga Hartarto yang  pimpin Golkar sebab intervensi dan penyusupan orang-orang Jusuf Kalla (JK) di Golkar  kian tidak terbendung lagi. Jangankan Airlangga,  sosok Luhut B Panjaitan saja bakal kalang kabut kalau pimpin Golkar dalam menghadapi kubu JK, apalagi  sosok lemah seperti Airlangga, sudah pasti disetir JK dan disusupi/dikepung orang-orang JK,’’ kata analis politik F Reinhard MSc dan Peneliti politik  Yayasan Kebebasan (Freedom Foundation) M Muntasir Alwy.

Muhamad Muntasir Alwy menilai, Golkar . yang baru lepas dari  Setya Novanto yang ditahan KPK akibat kasus korupsinya, akan direbut kembali oleh kubu  M Jusuf Kalla (JK) dan itu menjadi bahaya yang mengancam posisi Joko Widodo dan Megawati (Ketum PDIP).  Hampir pasti  dengan tampilnya Airlangga Hartartao, maka  orang-orang JK menyusup dan kuasai Golkar, sehingga Jokowi/Megawati  bakal ditekuk dan dikooptasi kubu JK.
Para analis  itu melihat, pertarungan sengit berbagai kubu dalam Golkar makin seru dimana kubu JK disebut-sebut  bermaksud merebut kembali Golkar di tangannya dan itu bakal sangat menyulitkan Jokowi/PDIP nantinya. JK adalah politisi bangkotan,  dengan mudahakan mengendalikan Airlangga sesuai ambisi politik JK yang  sangat tinggi dan lihai. Sehingga dengan demikian Golkar di tangan  Airlangga yang lemah sama saja menyerahkan Golkar ke JK, maka kubu Jokowi/Megawati bakal dilemahkan, tergencet dan  terkooptasi atau dilipat seperti tikar pandan yang tipis sekali.

''Kalau Jokowi restui Airlangga pimpin Golkar, itu keliru sebab itu sama saja menyerahkan Golkar kepada kubu JK, bisa tamat masa depan politik Jokowi '' ujar Reinhard. (berbagai sumber/ff).

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...