23 April 2019

Adik Prabowo Ungkap Bantuan untuk Jokowi di Pilgub DKI: Jumlahnya Besar Sekali

KONFRONTASI -  Adik Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo, mengungkap pemberian bantuan dana kepada Joko Widodo (Jokowi) saat maju di Pilgub DKI Jakarta 2012. Meski tak menyebut angka, Hashim mengatakan jumlah dana yang diberikannya besar sekali.
 
"Besar, tapi ratusan miliar nggak benar. Dana yang saya bantu besar sekali," kata Hashim di media center Badan Pemenangan Nasional (BPN), Prabowo-Sandiaga Uno, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Senin (21/1/2019).
 
Hashim menceritakan Jokowi minta bertemu di Solo pada akhir 2018. Saat itu Jokowi menyatakan niatnya maju sebagai Gubernur DKI Jakarta.
 
 
Dalam pertemuan itu, Jokowi menceritakan kinerjanya selama memimpin Solo. Hashim pun terkesan dengan cara Jokowi yang berhasil memindahkan PKL secara damai.
 
"Seorang kepala daerah mau ketemu PKL, saya pikir orang baik kan, di situ saya jadi kawan beliau dan pendukung beliau," ujarnya.
 
Baca juga: PDIP soal Jokowi Dibiayai Adik Prabowo Saat Pilgub: Itu Gotong Royong
 
Kesan itu akhirnya membuat Jokowi diajukan Gerindra sebagai cagub DKI. Hashim menyebut, saat itu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tak setuju dengan pencalonan Jokowi.
 
"Pak Prabowo merasa Jakarta perlu seorang pemimpin yang baru. Waktu itu agak alot, beberapa kali Pak Prabowo ketemu Ibu Mega, pernah di Lenteng Agung, beberapa kali dan dihadiri beberapa kali petinggi PDIP, awalnya mereka tidak mau terima. Ibu Mega menghendaki Fauzi Bowo," katanya.
 
Baca juga: BPN: Jokowi Minta Duit ke Adik Prabowo untuk Pilgub DKI
 
Menurut Hashim, PDIP menolak mengusung Jokowi karena tak punya uang. Hashim pun mengaku menyesal karena Jokowi tak memenuhi janjinya 5 tahun memimpin Jakarta.
 
"Sangat dong, sangat menyesal. Ya bagaimana, saya orang biasa, kan. Orang datang ke saya minta bantuan, minta dukungan, saya tanpa pamrih saya dukung beliau, dengan harapan beliau bisa beretika," ucapnya.
 
"Makanya saya heran waktu di debat kok (bilang) nggak pakai uang, maaf ya ini tidak logis. Di Indonesia, untuk setiap pencalonan harus ada uang, untuk bayar saksi itu berapa, minimal Rp 100 ribu atau Rp 300 ribu," tuturnya.(Jft/Detik)
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...