16 December 2017

Sebanyak 8 Ton Sampah Elektronik 'Disulap' Jadi Medali Olimpiade 2020

KONFRONTASI -  Dengan diselenggarakannya Olimpiade di Tokyo pada 2020 mendatang, Jepang akan menghadirkan medali yang terbuat dari sampah elektronik.

Program yang diberi nama Tokyo 2020 Medal Project ini merupakan sebuah tanggapan dari pemerintah Jepang terhadap krisis sampah elektronik di dunia. Kurang lebih, sebanyak delapan ton limbah tersebut disiapkan untuk didaur ulang menjadi 40 kg emas, 4.920 kg perak, dan 2.944 kg perunggu.

Nantinya, hasil daur ulang tersebut akan digunakan sebagai bahan baku untuk sekitar 5.000 medali emas, perak, dan perunggu, yang akan dibagikan bagi para juara dalam ajang olahraga terbesar empat tahunan tersebut.
 

Sejauh ini, proyek tersebut terbilang sukses dengan terkumpulnya 1,3 juta unit ponsel bekas oleh NTT Docomo, perusahaan telekomunikasi yang turut andil dalam program ini, pada Agustus lalu.

Rencana Jepang ini turut mendapat respon positif, salah satunya datang dari Kohei Uchimura, atlet senam peraih tiga medali emas olimpiade.
 

Limbah elektronik bahan dasar medali Olimpiade 2020.Limbah elektronik bahan dasar medali Olimpiade 2020. Foto: is


"Komputer dan smartphone akan menjadi barang yang tidak berguna, mengingat produk dan model terbaru akan terus berdatangan. Medali ini akan menjadi pesan yang sangat penting bagi masyarakat untuk generasi di masa depan yang lebih baik," ujarnya, seperti dilansir detikINET dari rilis dalam situs olimpiade, Sabtu (25/11/2017).

Jika proyek ini berjalan sesuai rencana, Jepang dapat menghentikan praktik penambangan logam mulia yang disumbangkan untuk bahan medali perhelatan olahraga akbar, atau setidaknya menguranginya.

Menurut laporan United Nations University pada 2014, Jepang (2,2 juta ton) merupakan negara kedua setelah China (6 juta ton) sebagai penyumpang sampah elektronik terbesar di Asia, walaupun penduduknya hanya 1/10 dari China.

Pada 2011, dari 36,39 juta unit ponsel yang dibuat oleh Jepang, hanya 7,62 juta unit (20,9%) yang dikumpulkan oleh Mobile Recycling Network, yaitu sebuah jaringan terdiri dari 9 ribu outlet ritel yang bertugas untuk mengumpulkan suku cadang gadget.(Jft/Deti)

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...