23 May 2018

Peneliti Temukan Cacing dengan Tiga Jenis Kelamin

Konfrontasi - Peneliti telah menemukan spesies cacing yang telah berevolusi sehingga 'menyimpang dari aturan genetika'. Nematoda adalah spesies triseksual, yang berarti mereka memiliki tiga jenis, yakni jantan, betina, dan hermafrodit.

Hal yang benar-benar membuat mereka luar biasa adalah cara mereka bereproduksi. Hermafrodit spesies tersebut dapat bereproduksi melalui pembuahan diri, atau memilih untuk berkembang biak dengan jantan dan betina dan ketika mereka melakukannya, mereka dapat melanggar aturan genetik yang khas untuk menghasilkan keturunan laki-laki.

"Ini sangat umum untuk hewan invertebrata. Yang tidak umum adalah hermafrodit yang membuahi diri sendiri. Cacing tanah merupakan hermafrodit, tapi mereka tetap butuh pasangan untuk berkembang biak, bukan membuahi diri sendiri," kata Dianne Shakes, seorang profesor di The College of William & Mary's Department of Biology.

Ia mengatakan, hermafrodit memiliki tubuh seperti betina, tetapi menghasilkan kedua telur dan sperma. Menurutnya, A. rhodensis telah menentang aturan tradisional genetika Mendel.

“Apa yang kami temukan adalah A. rhodensis telah mengembangkan cara yang menyimpang dari buku panduan genetika, khususnya mengenai bagaimana mereka menangani kromosom X-nya,” jelasnya.

Para peneliti sebelumnya menemukan bahwa sel penghasil sperma pada jantan telah mengembangkan cara untuk menghasilkan sperma X-bearing secara eksklusif. Ini berarti, ketika jantan berkembang biak dengan betina, mereka hanya menghasilkan keturunan betina.

"Jika itu tidak cukup gila, dalam penelitian baru ini, kami telah menemukan bahwa para hermafrodit juga memanipulasi dadu genetik," katanya.

Berdasarkan aturan genetik, hermafrodit XX harus menghasilkan telur 1X dan sperma 1X. Namun, para peneliti menemukan bahwa mereka menghasilkan sperma dengan dua kromosom X, dan telur tidak menghasilkan sama sekali.

“Ketika hermafrodit menghasilkan keturunan melalui pembuahan diri, mereka lebih banyak menghasilkan XX betina dan XX hermafrodit. Namun, ketika hermafrodit bersilangan dengan jantan, gabungan sperma laki-laki 1X dengan telur tanpa X menghasilkan keturunan jantan,” kata Shakes.

Para peneliti mengatakan bahwa cacing yang luar biasa tersebut dapat membuka jalan bagi terobosan genetika manusia juga. Misalnya, memberikan wawasan tentang segregasi kromosom dan bahkan perilaku yang terlihat pada sel kanker. Demikian dilansir dari Daily Mail. (oke/mg)

Category: 
Loading...