9 December 2019

Peneliti Gunakan Kecerdasan Buatan Bongkar Strategi ISIS

Konfrontasi - Peneliti di Amerika Serikat telah menggunakan kecerdasan buatan untuk lebih memahami strategi kelompok militan yang menamakan diri negara Islam atau ISIS.

Mereka menganalisis hubungan antara serangan udara dengan serangan bom pinggir jalan serta kaitan dengan taktik yang dipakai ISIS.

Analisis ini didasarkan pada logaritma yang meneliti 2.200 peristiwa terkait kegiatan ISIS di semester kedua tahun 2014.

Makalah ini akan ditampilkan dalam sebuah konferensi pekan depan.

Salah satu ciri yang menonjol adalah penggunaan bom rakitan atau IED.

Seperti dikutip BBC Indonesia, salah seorang peneliti yang juga prajurit AS di Irak, Paulo Shakarian, mengatakan "Ketika mereka mengalami banyak serangan udara, mereka mengganti taktik dari gerakan infantri berjumlah besar, ke pemakaian IED".

Para peneliti ini juga menemukan penggunaan meningkatnya serangan bom mobil sebelum adanya operasi pasukan infantri.

Sebuah temuan awalnya mengejutkan para peneliti, yaitu meningkatnya upaya ISIS melakukan penangkapan menyusul serangan udara Suriah.

Shakarian percaya bahwa peningkatan itu adalah upaya balas dendam untuk mengungkap anggota dinas rahasia Suriah yang telah membantu menunjukkan sasaran serangan udara.

Elizabeth Quintana, direktur studi militer di Royal United Services Institute (RUSI), mengatakan riset ini akan berguna dalam menghadapi ISIS.

Dr. Shakarian akan menyajikan makalah ini di konferensi analisis data di Sydney, Australia, pekan depan. (bbc/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...