20 November 2019

Huawei akan Bikin OS Sendiri, Ini Dia Tantangannya

Konfrontasi - Huawei akan bercerai dengan Android pada Agustus 2019. Ini merupakan imbas dari perang dagang AS yang telah menaruh Huawei dalam daftar etintas, dimana raksasa China tersebut tak lagi dapat bekerjasama dengan perusahaan AS.

Meskipun telah mencoba untuk mengajukan gugatan mosi atas keputusan pemerintah AS, Huawei memiliki rencana lain. Rencana tersebut yakni mengembangkan sistem operasinya sendiri. Sistem operasi tersebut dijuluki Hongmeng OS di China dan Oak OS pada tingkat internasional.

Menurut Pengamat Telekomunikasi dan Direktur Eksekutif Information and Communication Technology (ICT) Institute Heru Sutadi, Huawei memang tidak memiliki pilihan lain, perusahaan China tersebut mau tidak mau harus berencana untuk mengembangkan sistem operasi sendiri menyusul pembatasan Google.

Meskipun demikian, Heru tak menampik jika hal tersebut tidak mudah untuk dilakukan. Banyak tantangan yang harus dihadapai oleh Huawei untuk menerbitkan sistem operasinya sendiri.

“Perlu sosialisasi kepada pengguna dan pengguna juga harus seperti belajar lagi sebab tiap sistem operasi kan meski mirip tapi berbeda, baik penampilan maupun nanti aplikasi-aplikasi nya,” jelas Heru, Jumat (21/6/2019).

Lebih lanjut, Heru menjelaskan dalam membangun sistem operasi bukan hanya persoalan OS saja namun lebih kepada keseluruhan. Seperti saja hal yang mendukung yakni aplikasi juga harus tersedia dengan bahasa dunia yang beragam.

“Sebab antara aplikasi misal iOS dan Android kan beda. Pengembangan aplikasi beda, sehingga bisa jadi ini kendala besar,” imbuh Heru.

Sementara itu, Pengamat Ponsel Herry SW menilai jika pembatasan Android akan mengganggu bisnis Huawei dalam jangan pendek. Untuk diketahui seluruh smartphone Huawei saat ini sudah bergantung pada Android selama bertahun-tahun, walaupun Huawei telah memakai tampilan antarmuka sendiri yang disebut EMUI.

Dia juga mengatakan tantangan yang akan dihadapi Huawei tak mudah.

“Memperkenalkan dan memasyaratkan sistem operasi baru itu tidak mudah. Ketersediaan aplikasi, dukungan dari pengembang (developer), dan respons dari pengguna akhir saling terkait serta amat menentukan nasib sistem operasi tersebut.,” ungkap Heru.

Untuk informasi, meskipun belum meluncur secara resmi, rencana pembuatan sistem operasi Huawei juga membuat Google khawatir. Pasalnya jutaan smartphone Huawei saat ini telah menggunakan Android.

Google juga mengklaim jika ada sistem operasi baru akan rentan menghadirkan resiko keamanan yang tinggi. Selain itu, jika perusahaan China mulai mandiri. Para pakar Industri juga mempredikisi jika hal ini akan merusak dominasi perusahaan-perusahaan Amerika seperti Google di jangka panjang. (oke/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...