24 August 2019

Google, Twitter dan Facebook Dukung Apple Tolak Bobol HP Teroris

Konfrontasi - Biro Penyelidikan Federal AS (FBI) berusaha membobol sebuah iPhone yang diduga milik teroris pelaku penembakan di San Bernardino untuk memperoleh data dan bukti tambahan yang mungkin tersimpan di perangkat tersebut.  Lewat pengadilan, FBI telah meminta Apple untuk membuka iPhone itu agar bisa periksa oleh FBI.

FBI meminta Apple melakukan dua hal. Pertama, FBI ingin Apple mengubah iPhone Farook sehingga penyidik dapat melakukan upaya terbatas pada kode akses tanpa risiko data terhapus. Kedua, FBI ingin Apple membantu menerapkan cara cepat mencoba kombinasi kode sandi yang berbeda. Farook dianggap menggunakan kode sandi empat digit, berarti ada 10 ribu kemungkinan kombinasi.

Namun lewat surat terbuka, Apple menolak hal itu. Di dalam suratnya, bos Apple, Tim Cook menjelaskan bahwa membuat backdoor sama saja dengan memberikan sarana yang bisa dipakai untuk menjebol perangkat-perangkat iPhone lain di luar milik sang teroris.

Meski FBI berjanji hanya akan memakai backdoor sebanyak sekali saja, Cook menilai tidak ada jaminan tool berbahaya itu tak bakal jatuh ke lain pihak atau dipakai untuk keperluan berbeda.

“Ini ibaratnya membuat satu kunci utama (master key) yang bisa dipakai membuka ratusan juta kunci -dari pintur restoran, bank, toko-toko, hingga rumah-rumah,” terang Cook.

Surat Tim Cook mendapatkan dukungan dari sejumlah bos perusahaan teknologi. Tiga pemain besar seperti Google, Twitter dan Facebook telah menggalang kekompakan mendukung Tim Cook.

CEO Google, Sundar Pichai menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan teknologi AS selalu memberikan data apabila diminta pihak otoritas berdasarkan perintah pengadilan yang sah. Namun, permintaan FBI agar Apple menciptakan backdoor di produknya sendiri untuk mengintip data pengguna dipandangnya sebagai hal yang sangat berbeda.

“Ini bisa menjadi preseden buruk,” kicau Pichai.

“Kami berdiri bersama @tim_cook dan Apple (dan berterima kasih atas kepemimpinannya!),” tukas CEO Twitter Jack Dorsey  seperti dilansir dari dari Re/Code.

Sementara itu, pihak Facebook lewat sebuah pernyataan tertulis mengatakan bakal melawan permintaan-permintaan dari pemerintah AS agar perusahaan teknologi melemahkan sistem keamanan produknya.

“Permintaan-permintaan tersebut mengarah ke preseden buruk dan mengganggu upaya pengamanan dari perusahaan,” tulis Facebook. (cs1/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...