13 November 2018

Fokus Tingkatkan Laba Kamera dan PlayStation, Sony Stop Produksi Smatphone?

Konfrontasi - Perusahaan elektronik asal Jepang, Sony Corporation berencana untuk meningkatkan laba operasionalnya pada unit sensor kamera dan PlayStation-nya menjadi 25 kali lipat dalam waktu tiga tahun kedepan, yang berarti sektor produksi lain seperti TV dan smartphone berpotensi untuk dihentikan.

CEO Sony, Kazuo Hirai mengatakan bahwa perusahaannya tidak lagi mengejar pertumbuhan penjualan di sejumlah bidang seperti smartphone yang tengah bersaing dengan saingan asal Asia yang lebih murah, serta pemimpin pasar seperti Apple dan Samsung.

Sony akan memfokuskan pengeluaran pada bisnis yang lebih menguntungkan seperti sensor kamera, video game dan hiburan untuk kembali tumbuh, setelah sebelumnya perusahaan tersebut diprediksi akan mengalami kerugian dalam enam hingga tujuh tahun mendatang.

"Strategi yang dimulai pada tahun bisnis berikutnya berkisar tentang menghasilkan keuntungan dan investasi untuk pertumbuhan," kata Hirai, seperti dilansir Reuters.

Hirai menambahkan bahwa unit Sony akan diberikan kepada otonomi yang lebih besar untuk membuat keputusan bisnis mereka sendiri.

Saat ditanya tentang TV dan unit smartphone, Hirai mengatakan ia akan "tetap mempertimbangkan jalan keluarnya", pernyataan yang paling jelas dari Sony sampai saat ini tentang kemungkinan menjual atau mencari mitra untuk memperjuangkan unit tersebut.

Sony kini berada di tengah-tengah restrukturisasi yang sejauh ini telah membuatnya menjual divisi komputer pribadi dan spin off bisnis TV, yang menyebabkan Sony harus memberhentikan ribuan pekerjanya.

Saham Sony meningkat lebih dari 80 persen tahun lalu dikarenakan investor menyambut baik restrukturisasi tersebut, yang dipercepat sejak Hirai menunjuk Kenichiro Yoshida sebagai  chief strategy officer pada akhir 2013. (mg/dtk)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...